Breaking News:

Berita Viral

Dedi Mulyadi Update Viral Kasus Sunat Kompensasi Sopir, Kabid Dishub Dadang Bantah Bersalah

Viral dugaan pemotongan uang kompensasi angkot oleh oknum Dinas Perhubungan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ungkap kelanjutan kasus.

Tayang:
Editor: Noviana
Instagram @dedimulyadi71
KOMPENSASI SOPIR ANGKOT - Kolase potret Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) dan Kepala Bidang Dinas Perhubungan Bogor, Dadang Kosasih, Senin (7/4/2025). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membeberkan kelanjutan kasus dugaan penyunatan dana kompensasi untuk sopir angkot.

Menurut Dedi Mulyadi, kasus ini sudah ditangani oleh Polres Bogor, Jawa Barat dan akan segera diungkap ke publik.

Kepala Bidang Dinas Perhubungan Bogor, Dadang Kosasih yang diduga terlibat, menyatakan tak melakukan pelanggaran.

Bahkan, kepada Dedi Mulyadi, Dadang justru mendukung kasus ini dibawa ke ranah hukum agar mendapat titik terang.

100 HARI KERJA - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi melarang kepala dinas atau aparatur sipil negara (ASN) menggunakan mobil dinas untuk mudik lebaran, Kamis (20/1/2025).
100 HARI KERJA - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi melarang kepala dinas atau aparatur sipil negara (ASN) menggunakan mobil dinas untuk mudik lebaran, Kamis (20/1/2025). (Dok. Humas Pemprov Jabar)

Update kasus tersebut diungkap Dedi Mulyadi melalui Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Senin (7/4/2025).

"Masalah di Bogor kita sudah menanganinya, Polres sudah melakukan pemeriksaan. Dan nanti dari pemeriksaan itu akan disimpulkan siapa sih yang sebenarnya melakukan pemotongan," ucap Dedi Mulyadi.

Sebagai informasi, kasus ini terungkap setelah seorang sopir angkot bernama Emen membongkar adanya indikasi pemotongan uang kompensasi.

Baca juga: Dedi Mulyadi Klaim Bupati Lucky Hakim Bisa Diberhentikan usai Ketahuan Liburan ke Jepang Tanpa Izin

Seharusnya, para sopir angkot menerima kompensasi sebesar Rp1,5 juta yang terdiri dari uang tunai Rp1 juta dan sembako senilai Rp500 ribu.

Namun, sejumlah sopir diminta menyetorkan Rp 200 ribu kepada sejumlah oknum.

"Dan atau bukan pemotongan, yang meminta uang Rp 200 ribu kepada setiap sopir angkot di jalur tertentu, karena pengakuannya bukan di semua (jalur-red)," lanjutnya.

Nama Dadang lantas dikaitkan dengan praktik penyunatan kompensasi tersebut.

Videonya bahkan viral di media sosial usai diunggah oleh Dedi Mulyadi, Minggu (6/4/2025).

Dalam video tersebut, Dadang terisak-isak saat masih menggunakan seragam dinasnya.

Terkait hal ini, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa Dadang membantah terlibat dengan aksi penyunatan kompensasi sopir angkot.

Alih-alih, Dadang justru berharap kasus ini diusut secara tuntas sehingga pelaku dapat diungkap dengan jelas.

Halaman 1/3
Tags:
Dedi MulyadiviralJawa Barat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved