Breaking News:

Program 100 Hari Kerja

Program 100 Hari Kerja Bupati Blora Arief Rohman, Klarifikasi dan Minta Maaf soal Jalan Rusak

Inilah program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman dan Sri Setyorini.

Tayang:
Editor: Delta Lidina
Newsmaker Kolase/Wikipedia
100 HARI KERJA - Inilah program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman dan Sri Setyorini. 

"Jika lelang pembangunan berjalan lancar, Insya Allah pembangunan akan dimulai Juni -Juli 2025. Sambil menunggu proses lelang pembangunan, besok akan dilaksanakan pengurukan dengan grosok oleh DPUPR Blora," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga dari tiga Desa di Blora menggelar aksi menanam pohon pisang di sepanjang ruas jalan penghubung tiga desa itu yang sampai saat ini masih rusak, dan belum tersentuh pembangunan.

Ratusan warga itu, berasal dari warga Desa Nglebur, Janjang, dan Bleboh. Semuanya dari Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora.

Aksi menanam pohon di tengah jalan yang rusak itu, sebagai bentuk protes warga terhadap Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Blora yang tidak segera memperbaiki ruas jalan Cabak-Bleboh yang sudah rusak parah.

Bahkan, aksi protes itu viral di berbagai  media sosial dan grup WhatsApp masyarakat Blora

Dalam video yang beredar, tampak warga membentangkan spanduk bertuliskan, "Masyarakat Mendukung Program Pemerintah Indonesia untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dengan Cara Jalan Rusak yang Menghambat Akses Ekonomi Warga Dimanfaatkan untuk Budidaya Kebun Pisang." 

JALAN BLORA RUSAK - Ruas jalan Cabak - Bleboh Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, ditanami pisang oleh warga, Rabu (2/4/2025). Aksi tersebut sebagai bentuk protes warga terhadap janji bupati yang tak segera terealisasi.
JALAN BLORA RUSAK - Ruas jalan Cabak - Bleboh Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, ditanami pisang oleh warga, Rabu (2/4/2025). Aksi tersebut sebagai bentuk protes warga terhadap janji bupati yang tak segera terealisasi. (TribunJateng/Istimewa)

Aksi menanam pohon di jalan tersebut, sebagai bentuk protes warga terhadap janji-janji Pemkab Blora.

Salah seorang warga Desa Janjang, Ngatmin, menyampaikan aksi ini dilakukan lantaran warga sudah lelah menunggu atas janji-janji Bupati Blora, Arief Rohman, yang menjanjikan ruas jalan Cabak- Bleboh segera diperbaiki. 

Namun hingga saat ini, janji perbaikan jalan itu tak kunjung terealisasi.

"Karena masyarakat sudah jenuh untuk menunggu janji-janjinya, karena jalan Cabak menuju Bleboh itu sudah sangat parah," katanya.

Lebih lanjut, Ngatmin menyampaikan untuk jalan dari Cabak menuju Desa Bleboh jaraknya sekitar 8 hingga 10 kilometer.

"Jalan yang rusak itu ada sekitar 8 hingga 10 kilometer. Dan yang kita tanam ini banyaknya pohon pisang," tambahnya.

Sementara itu, Camat Kecamatan Jiken, Joko Lelono, menyampaikan bahwa perbaikan jalan Cabak hingga Bleboh sudah dianggarkan pada tahun 2025 sebesar Rp 6 miliar rupiah. 

"Ini adalah dinamika di masyarakat. Artinya masyarakat pengen transportasi yang lancar sehingga gerak perekonomian  masyarakat itu bisa lancer dan kebetulan sekali akses  Cabak ke Bleboh sudah direncakan oleh Pemerintah Kabupaten  sebanyak Rp 6 Miliar," terangnya.

Joko Lelono, berharap masyarakat agar bersabar karena proses pembangunan juga harus melalui proses mekanisme yang sudah ada ketentuannya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Tags:
BloraArief RohmanSri Setyorini
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved