Breaking News:

Program 100 Hari Kerja

Program 100 Hari Kerja Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Ada Pusat Kuliner Baru di Alun-alun Ciamis

Inilah program 100 hari kerja Bupati Ciamis, Jawa Barat, Herdiat Sunarya dari perbaikan jalan rusak hingga mendandani kota.

Tayang:
Editor: Delta LP
Newsmaker Kolase/Wikipedia
100 HARI KERJA - Inilah program 100 hari kerja Bupati Ciamis, Jawa Barat, Herdiat Sunarya dari perbaikan jalan rusak hingga mendandani kota. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah program 100 hari kerja Bupati Ciamis, Jawa Barat, Herdiat Sunarya.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya langsung menerapkan visi misi dan program-program kerjanya.

Diketahui, Herdiat Sunarya telah dilantik oleh Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025 lalu.

Herdiat Sunarya kini masih dalam suasana berduka, lantaran pasangannya, wakil bupati Yana D Putra meninggal dunia.

Yana D Putra meninggal dua hari menjelang pencoblosan Pilkada 2024 lalu karena serangan jantung.

Kini, Herdiat Sunarya belum mencari siapa pengganti Yana D Putra.

Pada 100 hari kerja Herdiat Sunarya, Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur dan sektor pertanian sebagai bagian dari komitmen pembangunan daerah.

Saat ditemui pada akhir Maret lalu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan bahwa sejumlah ruas jalan rusak, khususnya di wilayah Eks Kewadanaan Banjarsari, akan segera diperbaiki.

Pemkab Ciamis baru saja menerima penghargaan sebagai daerah dengan kinerja penyelenggaraan jalan terbaik di Indonesia, dengan tingkat kemantapan jalan mencapai 90,09 persen dari total panjang jalan kabupaten. 

Pengakuan ini juga membawa reward sebesar Rp40 miliar yang akan digunakan untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan, termasuk Banjarsari-Nambo dan beberapa titik di Banjaranyar.

“Insyallah tahun ini perbaikan jalan akan segera terealisasi. Saat ini masih dalam tahap lelang,” ujar Bupati Herdiat.

Ia juga mengakui bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan pembangunan.

Namun, efisiensi di berbagai sektor terus dilakukan agar program prioritas, termasuk infrastruktur, tetap berjalan.

Baca juga: Rekam Jejak Herdiat Sunarya Bupati Ciamis yang Dilantik Prabowo, Punya Segudang Penghargaan

Tak hanya fokus pada jalan, Bupati Herdiat juga menyoroti sektor pertanian di Purwadadi yang menjadi lumbung padi Ciamis

Salah satu strategi peningkatan hasil panen adalah intensifikasi, yakni mengubah pola tanam dari satu kali setahun menjadi dua hingga tiga kali. 

Namun, tantangan utama seperti banjir masih menjadi hambatan yang perlu ditangani secara serius.

100 HARI KERJA - Pekerja sedang memperbaiki jalan ambles yang menghubungkan Kecamatan Cimaragas dan Cidolog sehingga menghambat mobilitas masyarakat termasuk pemudik, Jumat (4/4/2025).
100 HARI KERJA - Pekerja sedang memperbaiki jalan ambles yang menghubungkan Kecamatan Cimaragas dan Cidolog sehingga menghambat mobilitas masyarakat termasuk pemudik, Jumat (4/4/2025). (TribunJabar/Ai Sani Nuraini)

Dengan berbagai langkah strategis ini, pemerintah berharap infrastruktur yang lebih baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar akses transportasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.

Masyarakat pun menyambut positif rencana ini, berharap perbaikan infrastruktur dan penguatan sektor pertanian dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan mereka.

Revitalisasi Alun-alun Ciamis

Upaya Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menata kawasan pusat kota kini mencapai babak baru.

Setelah melalui proses panjang penataan dan dialog dengan para pedagang kaki lima (PKL), Pusat Kuliner Alun-Alun Timur Ciamis akhirnya akan diresmikan dan dibuka secara resmi pada Senin (14/4/2025) pukul 16.00 WIB oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.

Proyek ini merupakan bagian dari strategi revitalisasi Alun-Alun Ciamis yang tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor UMKM lokal, khususnya pelaku usaha kuliner. 

Selain pusat kuliner, Pemkab Ciamis juga akan meresmikan ruang terbuka publik dan area parkir yang telah disiapkan untuk mendukung kenyamanan pengunjung.

Kepala Dinas KUKMP Kabupaten Ciamis, Asep Khalid Fajari, menjelaskan, terdapat 106 kios yang telah disiapkan untuk merelokasi para pedagang kuliner yang sebelumnya berjualan di sekitar alun-alun.

“Sebanyak 102 kios untuk PKL kuliner dan 4 kios disiapkan khusus untuk UMKM yang menjual produk khas dan oleh-oleh Ciamis. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menata ruang publik tanpa mengorbankan hak dan penghidupan para pedagang,” jelas Asep, Sabtu (12/4/2025).

Langkah ini juga merupakan hasil musyawarah antara Pemkab dengan berbagai unsur masyarakat dan komunitas PKL. 

100 HARI KERJA - Pusat Kuliner Alun-Alun Timur Ciamis akhirnya akan diresmikan dan dibuka secara resmi pada Senin, 14 April 2025 pukul 16.00 WIB oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.
100 HARI KERJA - Pusat Kuliner Alun-Alun Timur Ciamis akhirnya akan diresmikan dan dibuka secara resmi pada Senin, 14 April 2025 pukul 16.00 WIB oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya. (TribunJabar/Ai Sani Nuraini)

Penataan ulang kawasan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib, nyaman, dan bersih, baik untuk pelaku usaha maupun masyarakat yang berkunjung.

Sebagai bagian dari penegakan ketertiban, Asep menyebutkan bahwa hanya lokasi resmi yang diperbolehkan untuk aktivitas berjualan.

Di luar area yang telah disiapkan, Pemkab akan memasang imbauan larangan berjualan dan menugaskan Satpol PP untuk melakukan penertiban bila terdapat pelanggaran.

"Kami ingin agar area Alun-alun benar-benar menjadi ruang publik yang nyaman dan tertib. Para pedagang sudah difasilitasi, sehingga di luar zona yang ditentukan tidak boleh ada lagi aktivitas jualan, baik kuliner maupun permainan,” tegasnya.

Pusat Kuliner Alun-Alun Ciamis ini diharapkan menjadi ikon baru sekaligus magnet ekonomi lokal yang mampu menghidupkan kawasan kota, terutama di malam hari. 

Selain itu, konsep terpusat juga memberi peluang promosi dan branding bagi kuliner khas Ciamis untuk lebih dikenal luas oleh wisatawan.

Langkah ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk komunitas PKL yang sebelumnya khawatir akan kehilangan tempat berdagang. 

Dengan sistem penataan yang adil dan partisipatif, wajah baru Alun-Alun Ciamis menjadi simbol keteraturan yang tetap mengedepankan keberpihakan pada rakyat kecil. (TribunNewsmaker/TribunJabar)

Sumber: Tribun Jabar
Tags:
CiamisHerdiat SunaryaYana D Putra
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved