Berita Viral
Rela Keluar dari Universitas Ternama di China dan Tolak Gelar Doktor di AS, Pria Ini Pilih Berjualan
Pemuda asal Tiongkok, telah mencuri perhatian banyak orang ia memutuskan untuk meninggalkan studi magisternya di Universitas Fudan yang prestisius.
Penulis: Sinta Darmastri
Editor: Sinta Darmastri
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Fei Yu, seorang pemuda asal Tiongkok, telah mencuri perhatian banyak orang di media sosial setelah ia memutuskan untuk meninggalkan studi magisternya di Universitas Fudan yang prestisius di Shanghai demi membuka sebuah warung makanan kaki lima.
Sebelumnya, Fei, yang baru berusia 24 tahun, sedang dalam perjalanan menjadi mahasiswa elit.
Menurut laporan dari Jiupai News, meski berasal dari keluarga miskin di provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya, Fei telah menempuh jalan yang tidak mudah untuk mencapai kesuksesan akademik.
Ia belajar keras dan berhasil masuk ke Universitas Sichuan, salah satu universitas terkemuka di Tiongkok, dengan jurusan kesehatan masyarakat.
Setelah lulus pada musim panas 2022, Fei diterima di program pascasarjana Universitas Fudan tanpa perlu mengikuti ujian seleksi, berkat nilai akademiknya yang selalu menempati peringkat pertama selama lima tahun masa studi sarjananya.
Namun, keputusan yang mengejutkan datang pada awal 2023. Fei memutuskan keluar dari Universitas Fudan setelah hanya satu semester belajar.
Ia mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil karena dirinya merasa tertekan dan mengalami depresi, insomnia, serta masalah pencernaan akibat perlakuan buruk dari mentornya.
Meski demikian, Fei enggan mengungkapkan lebih lanjut tentang pengalamannya atau menyebutkan nama gurunya.
Setelah setahun merasa bingung dan terpuruk, Fei mencoba mendaftar untuk melanjutkan studi di luar negeri.
Ia diterima di salah satu universitas di Amerika Serikat dengan beasiswa penuh di bidang kedokteran pencegahan.
Namun, rencana itu harus terhenti setelah pemotongan dana oleh pemerintah AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, yang akhirnya membuat universitas tersebut menarik kembali bantuan keuangan yang sudah dijanjikan kepada Fei.
Kondisi ini membawa Fei kembali ke titik awal, memikirkan masa depannya.
Baca juga: Kebun Binatang di China Dikecam Setelah Memakaikan Bayi Simpanse dengan Baju dan Rambut Dikepang
Ayahnya, seorang penambang batu bara di Leshan, Sichuan, dan ibunya yang bekerja serabutan di supermarket, tentu tidak bisa membantunya secara finansial.
Fei, yang sejak kecil sudah terbiasa membantu neneknya berjualan balon dan menjadi juara penjualan kartu telepon saat bekerja paruh waktu di Universitas Sichuan, akhirnya teringat akan keterampilan dagangnya.
Ia memutuskan untuk memulai usaha jualan kaki lima, menjual kentang tumbuk yang diolah dengan cara khusus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/pria-china-2.jpg)