Breaking News:

Sosok

Sosok & Profil Jenderal TNI Purn AM Hendropriyono, Respon Usulan Pencopotan Gibran, Eks Kepala BIN

Berikut sosok dan profil Jenderal TNI Purn AM Hendropriyono, tanggapi soal usulan pencopotan GIbran sebagai wapres, mantan kepala BIN.

Tayang:
Editor: ninda iswara
Kolase TribunNewsmaker - Tribunnews.com/ Nurmulia Rekso Purnomo/Theresia Felisiani
PROFIL AM HENDROPRIYONO - Sosok dan profil Jenderal TNI Purn AM Hendropriyono, tanggapi soal usulan pencopotan GIbran sebagai wapres, mantan kepala BIN. 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal (Purn) AM Hendropriyono, akhirnya angkat bicara menanggapi isu hangat soal wacana pencopotan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sebagaimana diketahui, ratusan purnawirawan TNI mengusulkan agar Gibran dicopot dari jabatannya sebagai wapres.

Mereka mendasarkan tuntutannya pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pasal 169 Huruf Q Undang-Undang Pemilu yang dinilai melanggar hukum acara MK dan Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman.

Berdasarkan itu, para purnawirawan sepakat untuk mengajukan pergantian wapres melalui jalur Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Merespons hal tersebut, AM Hendropriyono menyatakan bahwa langkah para purnawirawan tersebut merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin dalam demokrasi.

Baca juga: Sosok & Profil Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, Desak Copot Gibran sebagai Wapres, Anak Try Sutrisno

"Katanya negeri bebas? Jadi, mereka menyampaikan aspirasinya boleh dong?" ujar Hendropriyono usai menghadiri peluncuran dan bedah buku autobiografi Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri berjudul Hingga Salvo Terakhir di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (26/4/2025).

Ia menekankan bahwa setiap orang, termasuk para mantan perwira TNI, berhak menyuarakan pendapatnya. Hendropriyono menilai bahwa tidak ada yang salah dari pernyataan sikap tersebut.

"Soal itu benar atau tidaknya, itu kan terserah masyarakat, bangsa Indonesia. Boleh saja sampaikan aspirasi," tambahnya.

Bahkan menurutnya, pendapat yang disampaikan oleh para purnawirawan cenderung sudah terukur dan tetap berada dalam koridor ideologi bangsa.

"Enggak apa-apa. Menurut saya itu sah-sah saja. Kan kita harus bebas berekspresi, berbicara," katanya lagi.

"Apalagi kalau purnawirawan yang berbicara mestinya itu kan sudah terukur, jadi tidak akan keluar dari bingkai ideologi, dari Pancasila, dari UUD 45."

Namun demikian, Hendropriyono mengingatkan agar stabilitas nasional tetap dijaga.

Ia menegaskan pentingnya kedisiplinan sosial di tengah dinamika politik yang tengah berkembang.

"Yang penting kalau harapan saya selalu kita menjaga stabilitas nasional. Itu saja, dan disiplin sosial tetap harus ditegakkan," ujarnya mengakhiri pernyataannya.

Profil Singkat AM Hendropriyono, “Sang Guru Besar Intelijen”

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Tags:
AM HendropriyonoGibranTNI
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved