Berita Viral
Segini Bayaran Cak Lontong Sebagai Komisaris Ancol, Lebih Besar daripada Jadi Artis?
Segini bayaran Lies Hartono alias Cak Lontong sebagai Komisaris Ancol, lebih besar daripada jadi artis.
Penulis: Eri Ariyanto
Editor: Eri Ariyanto
Ia memulai kariernya melalui grup lawak Ludruk Cap Toegoe di Surabaya.
Cak mulai dikenal setelah menjadi bintang tamu di Republik BBM asuhan Effendi Ghazali, tampil reguler di Stand Up Comedy Show, dan menjadi panelis di Indonesia Lawak Klub.
Tahun 2017, Cak Lontong menerima penghargaan di bidang seni budaya dari almamaternya.[3]
Karier
Nama Cak Lontong sebagai pelawak sudah punya karakter tersendiri.
Kekhasan itulah yang membuat ia berbeda dengan pelawak lainnya, seperti mengucapkan salam lemper sebagai kata pembuka sebelum melawak.
Selama ini Cak Lontong dikenal sebagai pelawak yang jago plesetan dan anekdot. Ia dituntut untuk cerdas, rada nyinyir, bisa menganalisis, dan mampu menawarkan solusi dari setiap topik yang diangkat.
Ia pun juga menjelaskan jika seorang komika menyalahkan penonton, itu bukan komika sejati, tetapi komika yang manja.
Padahal tugas komika adalah menghibur penonton. Jika komika tidak bisa menghibur penonton, maka tugas komika gagal.
Bukan penonton yang disalahkan, karena kegagalan si komika. Justru si komika yang tidak mampu memahami suasana.
Diakui Cak Lontong, saat ini banyak komika yang tampil dengan materi bersingungan dengan kritik sosial dan SARA. Padahal banyak materi yang tidak harus membuat sakit hati orang karena menurutnya, tugas komika itu menghibur orang banyak.
Guna menghindari materi yang menyinggung, Cak Lontong selalu mencari materi dari premis-premis sederhana baik dari sebuah kata atau istilah, misalnya tentang kata sabar, takut, atau istilah mikir dan gaptek.
Nama Lontong yang ia gunakan berasal dari pengalaman masa kecilnya, di mana pada waktu kanak-kanak hingga remaja, Lies mempunyai badan yang kurus dan tinggi menyerupai lontong, sehingga ia dipanggil dengan julukan demikian oleh teman-teman dan keluarganya. Kata Cak merupakan panggilan umum bagi lelaki di Jawa Timur.
Saat ini, kariernya pun terus meningkat di dunia hiburan. Tak hanya tampil di layar kaca maupun berbagai pentas, ia juga sempat bermain di film komedi layar lebar yang berjudul Comic 8 sebagai figuran.
Ini adalah film pertama yang ia bintangi, menurut Cak Lontong, sebelumnya ia sempat mendapatkan tawaran main film, tetapi dinilai kurang cocok. Ia berpendapat bahwa ia ikut akting untuk meramaikan film komedi dan menikmati perannya sebagai komedian, apalagi filmnya termasuk sukses dengan banyaknya penonton dan diapresiasi.
Ia juga menyatakan bahwa "dengan komedi yang lahir dan berkembang dari lawakan tunggal, masyarakat kini punya pilihan film komedi lebih banyak lagi", karena sebelumnya hanya disuguhi komedi berbau horor atau seks.
| Sosok Komandan Upacara Hari Kelahiran Pancasila, Diminta Presiden Prabowo Menghadap Selesai Acara |
|
|---|
| Polisi Ajak Bocah Indigo Cari Pocong Viral di Musi Rawas Sumsel, Hasilnya Tak Sesuai Ekspektasi |
|
|---|
| Sosok Pasutri Owner WO Marwah, Ternyata Pernah Terlibat Hukum, Sudah Sering Beraksi di Jawa Barat |
|
|---|
| Kepala BGN Ingin Beri MBG untuk Anak Indonesia di Arab Saudi, Ini Akan Jadi Percontohan yang Baik |
|
|---|
| Penyebab Brigadir Anton Tewas di Sel Palangka Raya, Hukuman Seumur Hidup Mantan Polisi Jadi Sorotan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Alasan-Cak-Lontong-tolak-tawaran-jadi-Bupati-dan-Wakil-Wali-Kota.jpg)