Breaking News:

Sosok

Sosok & Profil Bimo Wijayanto, Calon Dirjen Pajak yang Dipanggil Prabowo, Segini Harta Kekayaannya

Berikut sosok dan profil Bimo Wijayanto, calon Direktur Jendral (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan yang dipanggil Prabowo Subianto.

Tayang:
Penulis: Eri Ariyanto
Editor: Eri Ariyanto
TribunNewsmaker.com | TribunMedan
CALON DIRJEN PAJAK - Berikut sosok dan profil Bimo Wijayanto, calon Direktur Jendral (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan yang dipanggil Prabowo Subianto. 

Hadi Soesastro, yang menjadi nama penghargaan tersebut, adalah pendiri lembaga pemikir CSIS (Centre for Strategic and International Studies) dan dikenal luas sebagai tokoh intelektual ekonomi Indonesia.

Dalam studi doktoralnya, Bimo menaruh perhatian besar pada reformasi kebijakan perpajakan.

Ia meyakini bahwa sistem perpajakan yang baik bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga soal menciptakan kepatuhan sukarela (voluntary compliance). 

Menurutnya, mengingat tingginya ketergantungan Indonesia terhadap penerimaan pajak, strategi dan kebijakan Ditjen Pajak harus diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kemauan masyarakat dalam membayar pajak secara mandiri.

Harta Kekayaan Bimo Wijayanto

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara elektronik (e-LHKPN) yang dilihat dari laman Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperlihatkan Bimo sudah tiga kali menyampaikan total hartanya.

Dia pertama kali menyerahkan LHKPN ketika menjadi Tenaga Ahli Utama KSP, dengan jumlah Rp 5.970.000.000 pada 2019. 

Selanjutnya, Bimo kembali berkewajiban melaporkan harta kekayaannya kepada KPK ketika menjabat sebagai Asisten Deputi Investasi Strategis, Kedeputian Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves. Total hartanya kala itu sebesar Rp 6.170.000.000 pada 2020. 

LHKPN terakhir yang dilaporkan Bimo sebagai Asisten Deputi Investasi Strategis, Kedeputian Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves, yaitu Selasa, 15 Maret 2022 dengan jumlah mencapai Rp 6.670.000.000. Berikut rinciannya:

Tanah dan bangunan: Rp 5.800.000.000.

Alat transportasi dan mesin: Rp 370.000.000.

Harta bergerak lainnya: Rp 200.000.000.

Surat berharga: -

Kas dan setara kas: Rp 300.000.000.

Harta lainnya: -

Halaman 2/3
Tags:
Bimo WijayantoDirjen PajakPrabowo
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved