Kabar Wilayah
Daerah Paling Makmur di Banten, Dijuluki Kota Baja Mengungguli Tangerang dan Tangerang Selatan
Provinsi Banten yang merupakan hasil pemekaran Jawa Barat menyimpan potensi ekonomi luar biasa, empat daerah di Banten berhasil menjadi wilayah makmur
Penulis: Sinta Manila
Editor: Tim TribunNewsmaker
Banten tak hanya kaya budaya dan sejarah, tapi juga menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa. Di antara delapan wilayahnya, empat daerah mencuat sebagai yang paling makmur.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Terletak di ujung barat Pulau Jawa, Provinsi Banten resmi berdiri sebagai daerah otonom hasil pemekaran dari Jawa Barat sejak tahun 2000.
Kini, Banten membawahi delapan wilayah administrasi, yang terdiri dari empat kabupaten dan empat kota.
Dari delapan wilayah tersebut, empat di antaranya menonjol sebagai daerah paling makmur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Data ini bersumber dari rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, yang diumumkan pada Senin, 6 November 2023.
Secara keseluruhan, PDRB Provinsi Banten atas dasar harga berlaku pada triwulan III tahun 2023 mencapai Rp204,03 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 4,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year).
Berikut adalah empat wilayah dengan tingkat kemakmuran tertinggi di Provinsi Banten berdasarkan capaian PDRB-nya:
1. Kota Cilegon – Sang Juara yang Dijuluki Kota Baja
Kota Cilegon menempati peringkat pertama sebagai daerah paling makmur di Banten. Dengan PDRB sebesar Rp287.525,89 juta, Cilegon unggul jauh dibanding wilayah lainnya.
Kota ini dikenal sebagai pusat industri berat, terutama di sektor manufaktur dan logistik.
Cilegon mendapat julukan “Kota Baja” karena menjadi lokasi berdirinya PT Krakatau Steel, pabrik baja terbesar di Indonesia.
Perusahaan ini memainkan peran vital dalam memenuhi kebutuhan baja baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Aktivitas industri yang tinggi menjadikan Cilegon motor penggerak ekonomi Provinsi Banten.
2. Kota Tangerang – Kekuatan Ekonomi Berbasis Perdagangan
Peringkat kedua ditempati oleh Kota Tangerang dengan nilai PDRB sebesar Rp125.060.319,31 juta. Pertumbuhan ekonominya yang stabil ditopang oleh sektor perdagangan, transportasi, dan logistik.
Sebagai kota yang berbatasan langsung dengan Jakarta, Tangerang memiliki posisi strategis dalam jaringan distribusi barang dan jasa, yang menjadikannya pusat ekonomi penting di kawasan Jabodetabek.
3. Kota Tangerang Selatan – Kota Muda dengan Pertumbuhan Pesat
Di urutan ketiga, terdapat Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang mencatatkan PDRB sebesar Rp75.010,07 juta.
Meskipun merupakan kota yang relatif baru dibanding kota-kota lainnya, Tangsel menunjukkan perkembangan ekonomi yang pesat. Sektor jasa, pendidikan, teknologi, dan perumahan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Daerah-maju-di-Banten.jpg)