Kabar Wilayah
Lompati Cirebon dan Kuningan, Kota Mangga Jabar Jadi Daerah Termiskin, Bupatinya Plesiran ke Jepang
Kabupaten Indramayu ternyata menjadi daerah termiskin di Jawa Barat melampaui Cirebon dan Kuningan namun bupatinya justru plesiran ke Jepang.
Penulis: Sinta Manila
Editor: Tim TribunNewsmaker
Kabupaten Indramayu kini tak hanya disorot karena angka kemiskinannya yang mengalahkan Cirebon dan Kuningan, tapi juga karena ulah pemimpinnya yang memilih plesir ke luar negeri saat warganya masih bergelut dengan kesulitan ekonomi.
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tahukah kamu? Kabupaten Indramayu ternyata menyandang predikat sebagai daerah termiskin di Provinsi Jawa Barat.
Indramayu dikenal dengan julukan Kota Mangga. Julukan ini disematkan karena Indramayu merupakan daerah penghasil mangga yang terkenal, terutama jenis mangga cengkir atau mangga gedong gincu.
Ironisnya, di tengah kondisi warganya yang tengah bergulat dengan kemiskinan, sang bupati justru membuat heboh karena kedapatan berlibur ke Jepang tanpa izin resmi.
Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat tahun 2024, sebanyak 11,93 persen penduduk Kabupaten Indramayu masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat, bahkan melampaui Cirebon yang selama ini juga dikenal memiliki angka kemiskinan cukup tinggi.
Tingginya tingkat kemiskinan di Indramayu bukanlah fenomena baru. Sejak tahun 2021, daerah ini konsisten mencatat persentase penduduk miskin tertinggi di provinsi ini.
Pada 2021, angka kemiskinan mencapai 13,07 persen, turun menjadi 12,77 persen pada 2022, lalu 12,13 persen di 2023, dan sedikit membaik di 2024 menjadi 11,93 persen.
Meskipun menunjukkan tren menurun, angka tersebut tetap menjadi sinyal kuat bahwa persoalan kesejahteraan di Indramayu belum terselesaikan.
Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, publik justru dikejutkan oleh tindakan Lucky Hakim, Bupati Indramayu, yang melakukan perjalanan ke Jepang tanpa izin resmi.
Aksi liburannya ini menuai kritik tajam, baik dari masyarakat maupun pemerintah provinsi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pun secara terbuka menyampaikan teguran melalui media sosial.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Minggu, 6 April 2024, ia menuliskan sindiran bernada tajam.
"Selamat berlibur Pak Lucky Hakim. Nanti kalau ke Jepang lagi, bilang dulu ya."'
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Foto-12024.jpg)