Berita Viral Hari Ini
Unik & Langka! Kopi Arabika Kuning Yellow Caturra di Lembah Merapi-Merbabu, Rasa dan Aromanya Khas
Nikmatnya kopi Arabika Kuning Yellow Caturra yang ada di Lembah Merapi-Merbabu, unik dan langka sehingga rasa serta aromanya khas
Editor: Talitha Desena
Dai 150 bibit kopi yang diterimanya, sebanyak 100 bibit ia tanam di kebunnya, sisanya dibagikan ke tetangganya yang ditanam di pekarangan maupun kebun mereka.
Literatur menyebutkan, Yellow Caturra adalah varietas kopi Arabika yang dikenal karena buahnya yang berwarna kuning saat matang.
Ini berbeda dengan kebanyakan kopi Arabika yang berwarna merah. Yellow Caturra adalah mutasi alami varietas Caturra, yang merupakan mutasi dari Bourbon.
Yellow Caturra memiliki profil rasa yang unik, seringkali dengan aroma buah-buahan dan bunga, seperti lemon, apel, serta aroma floral.
Baca juga: 6 Kuliner Khas Blora yang Wajib Dicoba saat Mudik Lebaran 2025, Ada Soto Kletuk hingga Kopi Santan!
Jenis kopi ini berasal dari Kolombia, Kosta Rika, dan Nikaragua, dan kemudian menyebar ke Brazil dan negara lain, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, Yellow Caturra tergolong langka, dengan jumlah pohon yang terbatas dan hanya dipanen dalam jumlah kecil.
Umumnya ditanam pada ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Ia memerlukan teknik khusus dalam penanaman, pemupukan, dan pengolahan pascapanen agar menghasilkan kopi kualitas terbaik.
Yellow Caturra telah ditanam di beberapa daerah di Indonesia, seperti Bajawa (Flores) dan daerah lain, termasuk sebagian kecil di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
Karena kelangkaan dan citra rasanya yang unik, jenis kopi ini disukai para penikmat kopi di berbagai negara, termasuk Jepang, Korea, China, Eropa, dan Amerika Serikat.
Testimoni Penikmat Kopi
Baca juga: 5 Kafe di Lereng Merapi Klaten, Sensasi Menikmati Kopi dengan Pemandangan Alam yang Luar Biasa
Mujiyanto mengakui, dan ini menurutnya diperkuat testimoni para penikmat kopi yang datang ke rumahnya.
Termasuk Ganjar Pranowo, mantan Gubernur Jawa Tengah yang sudah beberapa kali menyambangi rumah Mujiyanyo, untuk menikmati kopi Yellow Caturra.
“Karakternya beda, dan punya keistimewaan di rasa dan aroma. Apalagi yang proses wine atau fermentasi. Itu luar biasa,” kata pria yang gemar muncak Merapi saat belum ditutup.
Sejak memuliakan tanaman kopi Yellow Caturra di kebunnya, Muji sudah mulai menikmati hasilnya yang cukup istimewa.
Walau belum memiliki banyak tanaman, ada sekitar 80 sampai 90 pohon, dan belum semua produksi, produksinya sudah nyata.
Sumber: Tribun Jogja
| Teka-teki Hubungan Nus Kei dengan Atlet MMA Pelaku Penikaman di Bandara, Fakta Mengejutkan Terungkap |
|
|---|
| Heboh! Dukun di Magetan Ngaku Tuhan Kedua, Nekat Setubuhi Pasien saat Ritual 'Penyembuhan' |
|
|---|
| Petugas KAI Dituduh Curi Botol Penumpang yang Hilang Hingga Dipecat, 'Demi Allah Pak Bukan Saya' |
|
|---|
| Tabel Angsuran KUR Mandiri November 2025, Pinjaman Mulai Rp10 Juta sampai Rp500 Juta, Cicilan Ringan |
|
|---|
| Sosok Gadis Febriana, Calon Istri Dedy Yon Wali Kota Tegal, Rencana Pernikahannya Dihadiri Jokowi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Petani-sayur-dan-kopi-di-Desa-Samiran-Kecamatan-Selo-Boyolali-Jawa-Tengah.jpg)