Tempat Wisata
Mojokerto Jatim Punya Wisata Bukit, Trekking Singkat View Gunung Anjasmoro & Candi, HTM Rp12 Ribu
Inilah wisata bukit dengan pemandangan indah di Mojokerto Jawa Timur, trekking singkat view Gunung Anjasmoro dan Candi, HTM Rp12 ribu.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Mojokerto Jatim Punya Wisata Bukit, Trekking Singkat View Gunung Anjasmoro & Candi, HTM Rp12 Ribu
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Mojokerto terus menghadirkan destinasi wisata alam yang menakjubkan dan tak pernah membuat bosan para pelancong.
Salah satu destinasi yang kini kian populer adalah wisata pendakian ke Bukit Semar.
Bukit Semar menjadi favorit baru bagi para pencinta alam dan pendaki, baik pemula maupun yang berpengalaman.
Lokasi Bukit Semar sendiri berada dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo yang terkenal akan keasriannya.
Untuk menuju ke basecamp pendakian Bukit Semar, pengunjung dapat menuju Desa Dilem di Kecamatan Gondang, Mojokerto.
Desa Dilem menjadi titik awal bagi para pendaki yang ingin menaklukkan jalur menuju puncak Bukit Semar.
Jalur pendakian Bukit Semar termasuk pendek dan tidak terlalu menantang, sehingga cocok untuk pemula.
Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai puncak hanya sekitar 2 hingga 3 jam perjalanan.
Meskipun tergolong singkat, pendakian ini tetap menawarkan pengalaman alam yang menyenangkan.
Setibanya di puncak, pendaki akan berada pada ketinggian 933 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dari atas Bukit Semar, pengunjung dapat menikmati pemandangan hijau yang menyegarkan mata.
Baca juga: Kulon Progo Jogja Punya Wisata Sungai Eksotis dengan Air Biru, Cocok Buat Healing, 2 Jam dari Klaten

Harga Tiket Masuk
Untuk menikmati pendakian ini, pengunjung dikenakan biaya tiket masuk yang cukup terjangkau.
Harga tiket masuk ke area wisata Bukit Semar hanya sebesar Rp 12.000 per orang.
Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, tersedia fasilitas parkir dengan tarif Rp 10.000 per unit.
Pemasukan dari tiket masuk ini akan masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, pengelolaan dan pendapatan dari retribusi parkir dikelola langsung oleh karang taruna Desa Dilem.
Menurut keterangan dari Paiman, selaku pengelola wisata Bukit Semar, jumlah pengunjung meningkat saat akhir pekan.
Selain itu, momen libur panjang juga menjadi waktu favorit bagi banyak orang untuk mendaki bukit ini.
“Untuk hari ini pengunjung belum begitu ramai, rata-rata masih sekitar 50 orang,” ujar Paiman pada Minggu, 29 Juni 2025.
Meski belum padat, antusiasme masyarakat terhadap pendakian Bukit Semar terus menunjukkan tren positif.

Baca juga: Jogja Punya Wisata Kuliner Malam dengan Menu Andalan Kopi Jos, Disukai Wisatawan, 1 Jam dari Klaten!
Rute Pendakian
Perjalanan pendakian Bukit Semar dimulai dari Basecamp Pos Registrasi, yang berada di kios milik Pemdes Dilem.
Setibanya di Pos 1 Sumber Nambi, para pendaki akan dimanjakan dengan panorama asri.
Di sana terdapat mata air Sendang Nambi yang airnya dapat langsung diminum.
"Pos 1 Sumber Nambi adalah sumber air terakhir di Bukit Semar," ungkap Paiman.
Yang perlu diingat bagi pengunjung khususnya pendaki pemula diharuskan menyiapkan kondisi fisik lantaran rute pendakian cukup terjal di Pos 2 Hutan Randu.
Perjalanan dilanjutkan menuju ke pertigaan Semar yang mengarah ke Pos 3 hingga ke puncak Bukit Semar.
"Ada 3 pos jarak dari basecamp ke puncak Semar sekitar 4,8 KM dengan estimasi 2- 3 jam. Camping bisa langsung di puncak," bebernya.
Menurutnya, syarat wajib yang harus dimiliki pendaki ke Bukit Semar yaitu sehat jasmani rohani.
Pendaki akan dibriefing dan diberi peta offline untuk rute pendakian ke puncak Bukit Semar.
"Nanti di-briefing di basecamp, (pendaki) kita bekali peta offline. Khusus pendaki pemula, persiapkan fisik juga perbekalan seperti air, karena trek panjang," papar Paiman.
Ia menyebut, panorama alam di puncak menyajikan background Gunung Anjasmoro dan Candi Pari peninggalan masa Kerajaan Majapahit.
"Pemandangan langsung ke Gunung Anjasmoro dan Bukit Semar. Juga view Candi Pari yang berada di sebelah Selatan puncak," tandasnya.
Mempertimbangkan keselamatan pendaki, mereka dilarang menuju ke Candi Pari yang berada di atas bukit kawasan puncak Bukit Semar.
"Tidak boleh berjalan ke Candi Pari terkait keamanan pendaki karena tebing sangat curam," ujar Paiman.
Keberadaan wisata pendakian Bukit Semar berdampak terhadap ekonomi masyarakat di Desa Dilem.
Bukit Semar resmi dikelola Tahura Raden bersama Pemdes Dilem pada 16 Mei 2023 lalu.
Kepala Desa Dilem, Heru mengatakan, dampak nyata dari wisata Bukit Dilem adalah meningkatkan ekonomi masyarakat dan UMKM di Desa Dilem.
"Dampak yang paling dirasakan masyarakat terutama komoditas hasil bumi dari Desa Dilem dan UMKM keripik yang dijual ke wisatawan. Kita akan terus memajukan pariwisata di sini, untuk mewujudkan desa wisata di Desa Dilem," ucap Heru.
Untuk memanjakan wisatawan akan dibangun kafe-kafe di sekitar pos pendakian Bukit Semar. Pemdes juga memfasilitasi kios dan area parkir untuk kemajuan wisata pendakian Bukit Semar.
Nantinya akan dikembangkan dengan menambah deretan kios untuk pusat oleh-oleh dan UMKM dari Desa Dilem.
"Pengembangan wisata kita akan memperbanyak kios dan menambah kafe, sehingga wisatawan akan lebih dimanjakan saat berkunjung ke Bukit Semar," tukasnya.