Breaking News:

Sosok

Sosok & Profil Hoho Alkaf Kades Bertato Banjarnegara, Hibahkan Mobil Pribadi, Dipuji soal Dana Desa

Sosok Hoho Alkaf, kades bertato di Banjarnegara, dipuji soal pengelolaan dana desa, pernah aspal jalan dan beli ambulans pakai uang pribadi.

Editor: ninda iswara
Instagram @hoho_alkaff
PROFIL HOHO ALKAF - Hoho Alkaf, kades bertato di Banjarnegara, dipuji soal pengelolaan dana desa, pernah aspal jalan dan beli ambulans pakai uang pribadi. 

Lahir tahun 1988, Hoho adalah anak bungsu dari pasangan almarhum H. Siswoyo Siswoharsono dan Hj. Sri Hartati.

Sang ayah, Siswoyo, juga pernah menjabat sebagai kepala desa dan anggota DPRD Banjarnegara.

Baca juga: Sosok & Profil Karmen Anastasya, Wakili Papua Pegunungan di Miss Indonesia, Gantikan Merince Kogoya

PROFIL HOHO ALKAF - Hoho Alkaf, kades bertato di Banjarnegara, dipuji soal pengelolaan dana desa, pernah aspal jalan dan beli ambulans pakai uang pribadi.
PROFIL HOHO ALKAF - Hoho Alkaf, kades bertato di Banjarnegara, dipuji soal pengelolaan dana desa, pernah aspal jalan dan beli ambulans pakai uang pribadi. (Instagram @hoho_alkaff)

Pengabdian Tanpa Pamrih untuk Warga Desa

Meski penampilannya kerap mengundang komentar miring, Hoho lebih memilih fokus untuk membangun desanya.

Ia bahkan pernah menghibahkan satu unit mobil pribadinya untuk kebutuhan operasional desa.

"Masyarakat kecil sangat terbebani kalau harus mengeluarkan biaya transportasi ke rumah sakit. Saya sudah serahkan surat-surat mobil ke desa," ujarnya.

Tak berhenti di situ, pada tahun 2023, ia berniat membeli mobil ambulans untuk desanya menggunakan dana pribadi, tanpa menyentuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

"Enggak pakai APBDes, karena terbatas, paling setahun Rp1 miliar.

Untuk infrastruktur saja belum mencukupi, kurang banget," kata Hoho.

Yang lebih mengesankan, sebelum resmi menjabat, Hoho sudah lebih dulu berkontribusi dengan membangun jalan aspal sepanjang 800 meter yang menghubungkan antar dusun, semuanya ia biayai dari kantong pribadi.

Jalan selebar tiga meter itu kini menjadi akses penting bagi warga dan bisa dilalui kendaraan roda empat.

Hoho mengakui bahwa kehidupannya dulu lebih nyaman. Namun kini, ia merasa terpanggil untuk mengabdi sepenuh hati bagi masyarakat desanya.

"Jadi kades kan enggak ada apa-apanya, gaji Rp3 juta ditambah penghasilan dari tanah desa. Buat kondangan atau biaya sosial lain saja tidak cukup. Kades-kades terdahulu sudah baik, tapi saya akan berusaha lebih baik lagi," pungkasnya.

(TribunNewsmaker/BangkaPos)

Sumber: Bangka Pos
Tags:
Hoho AlkafBanjarnegaraKades
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved