Program Kerja Kepala Daerah
Program Kerja Wali Kota Medan Rico Waas, Ada 10 Pencapaian dalam 100 Hari, Pembangunan hingga UMKM
Inilah program kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap.
Editor: Delta LP
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah program kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap.
Pasangan Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap telah mulai pemerintahannya dengan menerapkan sejumlah program-program unggulan.
Mereka juga telah melewati masa 100 hari pertama masa kerjanya.
Pada 100 hari kerjanya, Rico Tri Putra Waas memaparkan sejumlah capaian kinerja pemerintah kota Medan yang dipimpinnya pada Rapat Paripurna perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-435 Kota Medan, di Gedung DPRD Medan, Senin (30/6/2025)
"Pada momen Paripurna kali ini Kami menyampaikan beragam pencapaian Wali Kota Medan dan Wali Kota Medan dalam 100 hari kerja," ujar Rico Waas.
Rico pria kelahiran 5 Juli 1986 ini menyampaikan 10 capaian program kerja sejak memimpin Kota Medan.
Yakni pemeliharan dan pembangunan infrastruktur, pelaksanaan UHC, pelaksanaan keternagakerjaan, perbaikan LPJU dan penerbitan Amdal, PBG dan UMKM.
Selanjutnya, penerbitan dokumen masyarakat, memperbaiki 100 jalan berlubang, perbaikan dan penyegaran taman lingkungan, pemberian kode QR situs-situs sejarah dan pemberian 1.000 akta kelahiran secara gratis.
Khusus di bidang infrastruktur, Rico Waas menjelaskan pemerintah kota Medan telah menormalisasi drainase sepanjang 31.754 meter, melakukan pemeliharaan jalan sepanjanh 6.220,4 meter, melakukan pemeliharaan taman dan pohon dengan luas 2.989 meter dan pemeliharaan 31 taman Kota Medabln dengan 5 taman aktif seluas 33.988 hektare.
"Terkait pelaksanaan UHC. Sebanyak 44.199 pasien sudah terlayani. 131.524 orang sudah terdaftar dan 270 orang langsung dijemput ketika sakit," kata dia.
Rico pun menjelaskan terkait pelaksanaan ketenagakerjaan pemerintah setempat telah membuat berbagai pelatihan dengan yang diikuti 650 peserta, 1.557 orang telah ditempatkan sebagai tenaga kerja baru dan 18.851 orang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan secara gratis.
Baca juga: Program 100 Hari Kerja Wali Kota Medan Rico Waas, Rencanakan Regulasi Siap-siap Jadi Kota Layak Anak
Terkait Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Kota Medan, Wali Kota mengatakan, sebanyak 2.725 unit telah dilakukan perbaikan.
Terdata 2.735 unit lampu jalan yang telah hidup dan 109 titik telah dilakukan perbaikan.
Dari sisi Amdal, PBG dan UMKM, dia menjelaskan sebanyak 13.580 nomor induk berusaha telah diterbitlan oleh lembaga online single submission (OSS) 276 izin terselesaikan PBH/Amdal terkait investasi ekonomi dan 46 rekap persetujuan lingkungan.
"Untuk penerbitan dokumen masyarakat. Januari sebanyak 2.950 dokumen, Februari 2.513 dokumen, Maret 3.098 dokumen, April 5.226 dokumen, Mei 5.433 dokumen dan Juni 2.056 dokumen," katanya.
Wali Kota juga menyebut pemerintah juga telah memberi kode QR untuk situs-situs sejarah untuk mempermudah akses informasi bagi wisatawan.
Dan yang terakhir, Pemko Medan memberikan 1.000 akta kelahiran secara gratis dan 500 KTP elektronik kepada warga yang dilakukan secara langsung turun ke lapangan.
Atas capaian itu, Rico Waas mengapresiasi peran serta seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan terkait yang telah berkontribusi membangun Kota Medan lebih baik.
"Tentu capaian itu tidak membuat kami puas diri. Kami terus berkomitmen guna membangun, memajukan dan melayani Kota Medan lebih baik," pungkasnya.
Dukung Pembentukan BNN di Medan
Angka peredaran narkotika yang kian tinggi dan berbahaya menjadi kekhawatiran bagi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas terhadap masa depan warga, khususnyan generasi muda.
Upaya penyelamatan dilakukan Rico Waas dengan mendukung pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Medan.
Dukungan tersebut disampaikan Rico Waas saat membuka Seminar Proposal Kajian Pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Medan dalam mendukung Rencana Aksi Daerah (RAD) Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Kota Medan yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Medan bertempat di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (3/7/2025).
"Saya memberikan apresiasi atas berlangsungnya seminar proposal ini, kita tahu permasalahan narkotika sangat urgent untuk kita selesaikan bersama. Saya tidak ingin generasi muda kita menjadi korban penyalahgunaan narkotika, karena kedepan merekalah yang akan melanjutkan pembangunan bangsa ini," kata Rico Waas.
Seminar proposal ini juga turut dihadiri anggota DPRD Kota Medan Modesta Marpaung, perwakilan Forkopimda Kota Medan, Kabag Umum BNN Provinsi Sumut Roy Fadly Hasibuan, Tim Tenaga Ahli dari USU di antaranya Dr Arief Marizki Purba dan Eka Prahadian Abdurahman serta pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemko Medan.
Dikatakan Rico Waas meskipun BNN Provinsi Sumut telah bekerja secara maksimal dalam mengcover kota Medan, namun Rico Waas menyebutkan fakta di lapangan menunjukkan peredaran narkotika di Provinsi Sumut dan Kota Medan masih yang tertinggi.
Maka dari itu, Rico Waas menilai sudah sangat layak kota Medan memiliki BNN tingkat kota, terlebih lagi sudah banyak kab/kota di Sumut yang juga telah memiliki BNN tingkat kab/kota.
"Kami perlu tahu apa saja yang harus kami persiapkan untuk mendukung pembentukan BNN di Kota Medan. Sebab kami butuh BNN kota yang bisa berkoordinasi dengan kami secara terus menerus untuk menyelesaikan permasalahan narkotika di kota Medan,"ujar Rico Waas.
Dengan terbentuknya BNN Kota Medan, Rico Waas berharap sel-sel BNN dapat menyebar hingga ke tingkat lingkungan sehingga peredaran narkotika dapat diberantas. Apalagi narkotika telah menjadi faktor utama pemicu terjadinya begal, tawuran dan tindak kriminalitas lainya.
"Saya berharap kita semua bekerjasama untuk mengatasi permasalahan narkotika ini. Mari kita bergandengan tangan memperkuat diri. Saya yakin dengan koordinasi yang lengkap kita juga memiliki strategi yang lengkap untuk melakukan pencegahan hingga pemberantasan narkotika"pungkas Rico Waas.
Sebelumnya Kepala Brida Kota Medan, Mansursyah dalam laporanya mengatakan tujuan diadakannya seminar proposal ini ialah untuk mengidentifikasi dan menganalisis situasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kota Medan secara actual dan berbasis data serta untuk menganalisis kebutuhan objektif dan urgensi pembentukan BNN Kota Medan sebagai bagian dari system Nasional P4GN.
"Melalui seminar proposal ini kami juga ingin menggali lebih dalam pandangan dan aspirasi pemangku kepentingan utama di Kota Medan terhadap kebutuhan pembentukan BNN Kota Medan termasuk harapan dan bentuk dukungan yang tersedia," kata Mansursyah. (TribunNewsmaker/TribunMedan)
Sumber: Tribun Medan
| Dulunya Pecinta Reptil, Bupati Indramayu Lucky Hakim Sebar Ular Koros ke Sawah, Ada Warga yang Resah |
|
|---|
| Program Kerja Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Masih Cari Solusi Alternatif Atasi Sampah |
|
|---|
| Program Kerja Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Komitmen Bangun Kota Ramah Inklusi |
|
|---|
| Program Kerja Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Bakal Bangun RS Khusus Penyakit Dalam |
|
|---|
| Program Kerja Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Tak Ada Skema 'Work Form Anywhere' untuk ASN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Program-kerja-Wali-Kota-Medan-Rico-Waas-dan-Zakiyuddin-Harahap.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.