Breaking News:

Sosok Apriliani Gadis 13 Tahun Selamatkan Ibunya dari KM Barcelona Terbakar, 1 Jam Terombang-ambing

Inilah sosok Apriliani, gadis 13 tahun selamatkan ibunya dari KM Barcelona terbakar, 1 jam terombang-ambing.

Tayang:
HO
KEBAKARAN KAPAL - KM Barcelona terbakar di perairan Pulau Talise Minut Sulawesi Utara, Minggu (20/7/2025). Inilah sosok Apriliani, gadis 13 tahun selamatkan ibunya dari KM Barcelona terbakar, 1 jam terombang-ambing di lautan. 

Tanpa pikir panjang, Apriliani dan ibunya langsung melompat ke laut saat api mulai menjalar ke ruang komando kapal.

Di laut, perjuangan belum selesai, Apriliani harus menghadapi gelombang dan rasa takut yang luar biasa, sambil tetap menjaga keselamatan ibunya.

Dalam kondisi darurat itu, ia menunjukkan keberanian luar biasa dengan membantu sang ibu yang mulai kelelahan di air.

Tas yang ia bawa, yang berisi barang-barang berharga, bahkan rela ditinggalkan demi mempermudah gerak saat berenang.

Ia melihat ibunya mulai tak sadarkan diri, mengapung dengan mata terpejam, seolah tertidur di atas air.

Dengan tangan kecilnya, Apriliani terus memegang sang ibu erat-erat, memastikan agar kepala ibunya tetap berada di atas permukaan air.

Sesekali, Apriliani berhenti sejenak untuk mengatur napas, lalu kembali berenang perlahan sambil memegangi tubuh ibunya.

INSIDEN KM BARCELONA TERBAKAR - Apriliani Alaratu saat bersama ibunya yang dirawat di RSUD Walanda Maramis, Senin (21/7/2025). Apriliani remaja usia 13 tahun menjadi sosok pahlawan ketika membantu ibunya menjauh dari KM Barcelona 5 yang terbakar.
INSIDEN KM BARCELONA TERBAKAR - Apriliani Alaratu saat bersama ibunya yang dirawat di RSUD Walanda Maramis, Senin (21/7/2025). Apriliani remaja usia 13 tahun menjadi sosok pahlawan ketika membantu ibunya menjauh dari KM Barcelona 5 yang terbakar. (Tribun Manado/Ventrico Nonutu)

Baca juga: Sosok Mochamad Daffa Sanjaya, Siswa SMKN 3 Tegal Hilang Saat PKL di Kapal yang Berlayar ke Sumenep

"Mama, masih boleh?," kata JM, ibunya, menirukan ucapan Apriliani saat itu.

Meskipun lelah, Apriliani terus membawa ibunya menjauh dari kapal sekira kurang lebih 50 meter.

Kata JM, kalau bukan karena anaknya, mungkin dia tidak selamat.

"Pahlawan dia," seru sang ibu.

Kepada Tribun Manado, Senin (21/7/2025), Apriliani mengaku sedih ketika mengalami hal tersebut.

Apriliani sempat menangis ketika dia dan sang ibu terjun ke laut.

"Saya kira, saya sudah tidak akan bertemu lagi dengan mama dan keluarga," katanya.

Kurang lebih 1 jam Apriliani dan ibunya terombang-ambing di laut.

Mereka pun ditolong oleh nelayan dengan perahu kecil.

Kemudian dipindahkan ke perahu yang lebih besar, lalu dibawa ke Pulau Gangga 1.

Disana mereka dibantu oleh masyarakat.

Semua kebutuhan disediakan.

"Masyarakat Pulau Gangga luar biasa," kata JM.

Ibu dari Apriliani kini sedang dalam perawatan di RSUD Walanda Maramis, Minahasa Utara, Sulut.

(TribunNewsmaker.com/ TribunBatam)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Tags:
AprilianiKM BarcelonaterbakarSulawesi Utara
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved