Breaking News:

Berita Viral

Didemo Sopir Bus Pariwisata, Dedi Mulyadi Tegas: Study Tour Itu Cuma Kedok, Aslinya Cuma Piknik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya buka suara usai didemo ribuan sopir dan pelaku usaha pariwisata buntut larangan study tour sekolah. 

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto
TribunNewsmaker.com | tribunjabar.id / M Rizal Jalaludin
GUBERNUR JABAR - Dedi Mulyadi tidak menjawab pertanyaan media saat dikonfirmasi tanggapan demo sopir bus pariwisata, Dedi Mulyadi menyebut sudah memberikan pernyataan di tiktok, Selasa (22/7/2025). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya buka suara usai didemo ribuan sopir dan pelaku usaha pariwisata buntut larangan study tour sekolah. 

Lewat unggahan TikTok, Dedi menegaskan bahwa kegiatan study tour selama ini hanyalah kedok dari acara piknik semata, yang justru membebani orang tua murid secara finansial.

Dalam aksinya di Gedung Sate, para sopir dan pelaku wisata mendesak Dedi Mulyadi mencabut Surat Edaran yang melarang kegiatan study tour sekolah keluar daerah. 

Baca juga: Sosok Rosdewi, Ojol Jambi Di-suspend setelah Tagih Orderan, Kini Jadi Pemulung demi Rp5 Ribu Sehari

Desakan itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (21/7/2025).

Saat dikonfirmasi, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tidak merespons pertanyaan awak media untuk menanggapi aksi demontrasi yang dilakukan sopir bus pariwisata itu.

Dedi Mulyadi menyebutkan bahwa dirinya sudah menjawab dan membuat pernyataan terkait aksi demontrasi sopir bus pariwisata itu di tiktok.

"Tadi pagi sudah ada pernyataan saya di TikTok," ujar Dedi Mulyadi usai menghadiri peresmian pengairan pertanian di Desa Pangumbahan, Sukabumi, Selasa (22/7/2025).

Disinggung terkait tuntutan pencabutan larangan studi tour, Dedi Mulyadi juga memberikan jawaban sama, ia berkilah sudah memberikan pernyataannya di tiktok.

"Kan sudah ada pernyataan saya tadi (di TikTok)," ucap Dedi Mulyadi.

100 HARI KERJA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat diwawancarai di Kantor Gubernur Bale Jaya Dewata di Cirebon, Rabu (7/5/2025).
100 HARI KERJA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat diwawancarai di Kantor Gubernur Bale Jaya Dewata di Cirebon, Rabu (7/5/2025). (TribunJabar/Eki Yulianto)

Saat demo kemarin, Koordinator aksi solidaritas para pekerja pariwisata Jawa Barat, Herdi Sudardja mengatakan, aksi itu dilakukan karena dampak dari SE yang dikeluarkan pada Mei 2025 telah menyengsarakan para sopir, kernet dan pelaku usaha pariwisata.

"Tuntutan kita itu hanya satu, cabut larangan Gubernur kegiatan studi tur sekolah. Dari sekolah di Jawa Barat ke luar Jawa Barat," ujar Herdi, di Gedung Sate, Senin (21/7/2025).

Pihaknya berharap dapat bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. 

"Kami sudah melakukan beberapa upaya, termasuk audensi, termasuk para pengusaha dari sektor transformasi pariwisata Jabar, sudah melayangkan surat yang saya dapat info ke Gubernur pada bulan Mei 2025. Saat itu tidak direspon oleh yang bersangkutan oleh Gubernur," katanya.

Herdi pun menilai Gubernur Jabar, tebang pilih dalam menemui masyarakat. Sebab, selama ini, Dedi Mulyadi belum pernah bertemu dengan pelaku maupun pekerja usaha pariwisata.

"Gubernur Jabar ini sepertinya ingin bertemu dan selalu memilih oligarki. Dengan si a, si b, katakanlah mau bertemu, tapi dengan pengusaha dari sektor pariwisata tidak mau bertemu," ucapnya.

Halaman 1/3
Tags:
Dedi Mulyadisopirpariwisatastudy tour
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved