Berita Kriminal
Permintaan Terakhir RDP Bocah Kelas 1 SD Tewas Dirudapaksa Pemuda di OKI, Rumah Pelaku Dirusak Warga
Inilah permintaan terakhir RDP bocah kelas 1 SD tewas dirudapaksa pemuda di OKI, rumah pelaku dirusak warga.
Editor: Listusista Anggeng Rasmi
Permintaan Terakhir RDP Bocah Kelas 1 SD Tewas Dirudapaksa Pemuda di OKI, Rumah Pelaku Dirusak Warga
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Melis (37), ibu dari RDP—bocah perempuan asal Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)—masih tak menyangka bahwa firasat yang ia rasakan beberapa hari lalu menjadi kenyataan pahit.
Firasat itu datang sekitar seminggu sebelum kejadian tragis, tepat ketika Melis mengantar RDP ke sekolah seperti biasa.
"Ada (firasat), waktu itu aku lihat dia pas di sekolah sedih rasanya, secara tiba-tiba," katanya mengenang momen terakhir bersama sang putri.
Perasaan ganjil yang muncul tanpa sebab itu ternyata menjadi pertanda akan kehilangan besar yang menanti.
Melis masih sulit menerima kenyataan bahwa RDP, putri kecilnya yang baru dua minggu duduk di bangku kelas 1 SD, kini telah tiada.
"Barulah dua minggu pak, Rania tu masuk sekolah. Satu minggu saya antar jemput, satu minggu selanjutnya dia tidak mau dijemput pulang sama temannya," ujarnya dengan suara lirih.
RDP dikenal oleh keluarga dan teman-temannya sebagai anak yang ceria, penuh semangat, dan sangat aktif berbicara.
Kehilangan ini semakin menyayat hati Melis dan suaminya, Indra, karena mereka masih mengingat jelas keinginan terakhir almarhumah.
"Ceria, nyenyes anak ini orangnya. Ada lah satu keinginan dia, katanya mau HP karena sering berebut sama kakaknya yang SMP. Mak aku nak HP katanya, saya jawab iyo kagek kito cari yang seken," tutur Melis dengan mata berkaca-kaca.
Kini, setiap kenangan kecil bersama RDP menjadi sangat berarti bagi kedua orangtuanya, terutama impian sederhana sang anak yang belum sempat terwujud.
Baca juga: Korban Rudapaksa Dokter PPDS Sudah Maafkan, Hukum Tetap Jalan, Kakak: Tak Bisa Kembalikan Kondisi

Ibu RDP MInta Pelaku Dihukum Setimpal
Orangtua RDP (6) tak mau memaafkan pelaku Rozi (20) yang sudah menghabisi nyawa anaknya dengan cara dirudapaksa terlebih dahulu. Jasad korban ditemukan di sebuah perkebunan karet Desa Pedamaran V, Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI, pada Sabtu (26/7/2025).
Melis (37) ibu korban mengatakan, pelaku harus mendapat hukuman setimpal atas apa yang diperbuat kepada anaknya.
"Hukum setimpal, mau itu hukuman mati atau penjara seumur hidup. Tolong ditegakkan keadilan pak, hukum budak (orang) itu. Bukan dak waras budak itu, tidak mungkin (dak waras)," kata Melis saat dijumpai di Rumah duka, Desa Menang Jaya, Pedamaran, Minggu (27/7/2025).