Breaking News:

Berita Viral

Mediasi Buntu, Warga Ingin Juladi Pindah: Konflik Lahan di Semarang Memanas Hingga Pengusiran

Upaya damai yang diharapkan menyelesaikan sengketa lahan di Kelurahan Bendan Ngisor, Semarang, Jawa Tengah kandas setelah mediasi gagal. 

Tayang:
Editor: Eri Ariyanto
TribunNewsmaker.com | KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf
KISAH VIRAL WARGA - Warga kompak usir Juladi karena dianggap biang masalah. Deretan ulahnya bikin geram, anaknya ikut jadi korban. 

TRIBUNNEWMAKER.COM - Upaya damai yang diharapkan menyelesaikan sengketa lahan di Kelurahan Bendan Ngisor, Semarang, Jawa Tengah kandas setelah mediasi gagal. 

Warga secara tegas menolak keberadaan Juladi dan keluarganya, bahkan memasang banner penolakan di sekitar rumahnya. 

Konflik yang bermula dari akses jalan bocah SD harus melewati sungai ini kini memuncak menjadi krisis sosial, menyingkap ketegangan lama yang tak kunjung usai dan melahirkan pengusiran paksa dari lingkungan.

Baca juga: Sempat Viral Usai Tantang Warga Demo Kenaikan PBB, Ini Deretan Kasus Kelam Bupati Pati Sudewo

Polemik bocah SD di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang terpaksa berangkat lewat sungai karena kasus sengketa lahan, berbuntut panjang.

Orang tua si bocah SD JIS (7), Juladi Boga Siagian (54), kini diminta agar angkat kaki dari tempat tinggalnya.

Penolakan tersebut datang dari warga RT 07/ RW 01 Kelurahan Bendan Ngisor.

Warga menyampaikan protes lewat banner yang terpasang di dekat tempat tinggal Juladi.

Banner tersebut bertuliskan, "Warga RT 07/ RW 01 Kelurahan Bendan Ngisor menolak warga atas nama Juladi Boga Siagian. Warga menghimbau untuk yang bersangkutan segera pindah dari RT 07/ RW 01 Kelurahan Bendan Ngisor".

Dikonfirmasi soal banner tersebut, Ketua RT 07 Bendan Ngisor, Sugito mengatakan, tulisan tersebut merupakan aspirasi warga.

"Itu kesepakatan dari warga," kata Sugito saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (5/8/2025).

Dia menyebut bahwa warga sekitar terganggu dengan anjing peliharaan Juladi yang dibiarkan liar.

"Termasuk sampah," ujarnya.

AKSES MENUJU SEKOLAH - Juladi Boga Siagian (54) saat menunjukkan jalan yang ia viralkan di media sosial saat anaknya berangkat sekolah, Senin (28/7/2025). Anaknya berinisial JES (8), siswa kelas II SDN 01 Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, berangkat ke sekolah melewati sungai.
AKSES MENUJU SEKOLAH - Juladi Boga Siagian (54) saat menunjukkan jalan yang ia viralkan di media sosial saat anaknya berangkat sekolah, Senin (28/7/2025). Anaknya berinisial JES (8), siswa kelas II SDN 01 Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, berangkat ke sekolah melewati sungai. (TribunNewsmaker.com | TRIBUNJATENG.COM/F Ariel Setiaputra - Instagram/im.semarang_official)

Salah satu tetangga Juladi, yang enggan disebutkan namanya, juga mengatakan hal yang sama.

Banner yang tertempel di pagar dekat tempat tinggal Juladi merupakan hasil dari kesepakatan warga.

"Dia (Juladi) juga tak pernah berbaur dengan warga," ucap dia.

Halaman 1/4
Tags:
JuladiSemarangwarga
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved