Berita Viral
Prada Lucky Sempat Kabur dari Satuannya, Lalu Dijemput Paksa Senior, Dimasukkan Sel & Dihajar Brutal
Prada Lucky Chepril Saputra Namo sempat melarikan diri dari siksaan yang menggerogoti tubuh dan jiwanya.
Editor: Eri Ariyanto
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Prada Lucky Chepril Saputra Namo sempat melarikan diri dari siksaan yang menggerogoti tubuh dan jiwanya.
Namun, upayanya untuk mencari perlindungan justru berakhir tragis: ia dipaksa kembali ke satuan, dimasukkan ke sel tahanan, dan mendapat penyiksaan lebih parah dari seniornya.
Kisah pilu ini membuka tabir gelap kekerasan berlapis dalam institusi yang seharusnya menjamin perlindungan dan kehormatan prajuritnya.
Baca juga: Dibohongi Saat Anak Terbaring Koma, Ibu Prada Lucky Ungkap Pengkhianatan Senior TNI
Setelah dijemput kembali ke satuannya, barulah Prada Lucky Namo dipukul menggunakan selang oleh senior-seniornya.
Tak selesai di situ, saat berada di dalam sel, Prada Lucky juga kembali dipukuli menggunakan tangan kosong oleh empat seniornya.
Hal itu menyebabkan Prada Lucky Namo muntah-muntah hingga dilarikan ke rumah sakit.
Bahkan ia sempat dipindahkan ke ICU karena kondisinya terus menurun.
Ia menghembuskan napas terakhir pada Rabu (6/8/2025) pukul 11.23 Wita, di ICU RSUD Aeramo.
Menurut keluarga, di tubuh Prada Lucky Namo terdapat banyak luka.
Bahkan saat di ICU, Prada Lucky sudah mengalami gagal ginjal dan organ paru-parunya sudah rusak.
Sebelum meninggal dunia, Prada Lucky berceraita pada ibunya, Epi Seprina Mirpey melalui video call.
Saat itu Prada Lucky Namo sedang berada di rumah ibu angkatnya usai kabur dari satuannya.
Saat video call dengan ibunya, kondisi Prada Lucky Namo sudah babak belur.
Di sana, Prada Lucky jujur pada ibunya soal apa yang ia alami.
"Jujur dia, datang ke mama angkatnya itu dengan luka di sekujur tubuh semua. Jadi mama angkatnya sempat kompres dia, kasih minyak. Habis itu mama angkatnya telepon video call," kata Epi Epi Seprina Mirpey.
| Jumlah Korban Tewas Bus ALS Bertambah, Temuan Tubuh Kecil di Bagian Ketiak Bikin Petugas Syok |
|
|---|
| Kisah Tragis Brigadir Arya Supena, Polisi Lampung Tewas Ditembak Pelaku Curanmor saat Pulang Piket |
|
|---|
| Sosok Penculik Balita 17 Bulan di Tulungagung, Awalnya Mau Bantu Tetangga untuk Dititipi Anak |
|
|---|
| Sosok K dan N, Kaki Tangan Kiai Cabul Pati Ashari yang Diduga Menghambat Proses Penanganan Kasus |
|
|---|
| Pilu Ayah Santri Korban Kiai Cabul Pati Ashari, Akui Putrinya Diancam dengan Doktrin Tak Masuk Akal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/newsmaker/foto/bank/originals/Kiri-Foto-Prada-Lucky-Namo-23-anggota-Batalyon-Infanteri-Teritorial-Pembangunan-834.jpg)