Kacab Bank Tewas
Obrolan Terakhir Ilham Pradipta Beberapa Jam Sebelum Diculik, Kakak Tak Curiga dengan Beban Pikiran
Obrolan terakhir Ilham Pradipta dengan keluarganya sebelum ditemukan tewas terbunuh dan jasadnya dibuang.
Editor: Delta Lidina
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Ilham Pradipta masih sempat menjalin komunikasi dengan keluarganya.
Sang kakak mendapatkan kesempatan untuk berkomunikasi dengan Kepala KCP bank BUMN di Jakarta Pusat itu.
Tak ada yang berarti dari obrolan Ilham Pradipta dengan kakaknya.
Namun, meski hanya obrolan ringan, siapa sangka bila itu menjadi percapakan terakhir Ilham Pradipta dengan keluarga.
Kakak Ilham juga tak merasa curiga dengan gerak-gerik adiknya sat itu.
Ilham Pradipta menjadi korban penculikan dan pembunuhan yang dilakukan terencana oleh sejumlah orang.
Jasadnya ditemukan di area persawahan di Kabupaten Bekasi pada Kamis (21/8/2025).
Pesan singkat yang dilakukan Ilham ke kakaknya terjadi beberapa jam sebelum dia diculik di daerah Jakarta Timur pada Rabu (20/8/2025).
“Terakhir komunikasi sama kakaknya itu cuma ngobrolin makanan. Hari kejadian itu. Kakaknya lagi di Surabaya, dan Ilham pun sempat kerja di Surabaya,” kata Juru Bicara Keluarga Ilham, Widodo Bayu Ajie, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Selasa (26/8/2025).
Ilham saat itu menjelaskan beberapa makanan di Surabaya kepada kakaknya.
Tidak ada beban sama sekali yang ditunjukan oleh Ilham.
“Kalau orang mungkin kalau ada pikiran yang berat itu mungkin dia cerita. Dia jelasin aja biasa gitu,” ujarnya.
Sang Kakak tidak menyangka pada sore hari Ilham diculik dan ditemukan tewas di Bekasi.
Polisi Tangkap Otak Pembunuhan
Pihak kepolisian dikabarkan telah berhasil menangkap otak dari penculikan dan pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BUMN Mohammad Ilham Pradipta di Jakarta.
Penangkapan tersebut terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah pada Sabtu (23/8/2025) lalu.
Baca juga: Sosok C Alias Ken Aktor Intelektual Kasus Pembunuhan & Penculikan Kacab Bank BUMN, Ilham Pradipta
Adapun sosok pelaku yang ditangkap salah satunya yakni Dwi Hartono (DH) yang dikenal sebagai seorang motivator, pebisnis bimbel, hingga YouTuber.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan pihaknya akan mendalami motif dari para pelaku penculikan dan pembunuhan Kacab Bank BUMN Mohammad Ilham Pradipta.
"Sedang didalami (motifnya)," ucap Ade Ary saat dikonfirmasi, Selasa (26/8/2025).
8 Pelaku Sudah Diamankan Polisi

Hingga saat ini sudah ada delapan orang yang ditangkap oleh kepolisian terkait dengan kasus penculikan dan pembunuhan Kacab Bank BUMN Mohammad Ilham Pradipta.
Dari delapan orang tersebut, sebanyak tiga orang ditangkap terlebih dahulu di Jakarta Pusat, yakni dengan inisial AT, RS, dan RAH.
Sedangkan C berhasil diamankan di Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara.
Kemudian, DH, YJ dan AA ditangkap di daerah Sukoharjo, Jawa Tengah. Sementara RW diamankan di sebuah bandara di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mdiduga hanya menjalankan perintah dari aktor intelektual yang menjanjikan imbalan puluhan juta rupiah.
Hal ini diungkapkan kuasa hukum para pelaku, Adrianus Agal, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2025).
Baca juga: Dwi Hartono Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN Lakukan Kecurangan, Manipulasi Nilai Mahasiswa Masuk FK
“Mereka dijanjikan sejumlah uang, bahkan sudah menerima uang muka. Tapi jumlah pastinya belum bisa kami sampaikan. Yang jelas, total imbalan yang dijanjikan tidak lebih dari Rp50 juta,” ujar Adrianus.
Keempat tersangka yang dimaksud adalah EW alias Eras, AT, RS, dan RAH.
Mereka disebut berprofesi sebagai debt collector dan hanya bertugas melakukan penjemputan paksa terhadap korban di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Jakarta Timur.

Menurut Adrianus, peristiwa ini terbagi dalam tiga klaster pelaku: penculik, eksekutor, dan aktor intelektual.
Eras dan rekan-rekannya termasuk dalam klaster pertama.
“Setelah korban dijemput, mereka menyerahkannya kepada seseorang berinisial F di Jakarta Timur. Setelah itu, tugas mereka selesai dan mereka pulang,” jelas Adrianus.
Namun, tak lama kemudian, Eras kembali diminta untuk mengantar korban pulang.
Saat itulah mereka terkejut mengetahui bahwa korban telah meninggal dunia.
“Mereka dalam tekanan. Salah satu dari mereka bahkan sempat menyampaikan kepada keluarganya bahwa mereka diperintahkan untuk membuang jenazah. Peran mereka hanya sampai di situ,” tegas Adrianus.
Ia menekankan bahwa kliennya tidak terlibat dalam aksi pembunuhan.
Jika sejak awal tahu bahwa tugas tersebut akan berujung pada kematian korban, Adrianus yakin mereka tidak akan menerima pekerjaan itu. (TribunNewsmaker/Tribunnews)
Sumber: Tribunnews.com
Gurita Bisnis Dwi Hartono, Nyaris Jadi Calon Bupati Tebo Tapi Gagal, Punya Ladang Uang Sebanyak Ini |
![]() |
---|
Ken Dalang Penculikan Kacab Bank BUMN, Sembunyikan Identitas dengan Wig, Akui Bertemu Dwi Hartono |
![]() |
---|
Sosok Rohmat, Operator Senyap yang Membuka Jalan Bagi Penculikan & Pembunuhan Ilham Kacab Bank BUMN |
![]() |
---|
Dwi Hartono Terlanjur Jadi Inspirasi Warga Tebo Jambi, Kini Dikecam Kecewakan Orang se-Kabupaten |
![]() |
---|
Masa Lalu Eras Pelaku Penculikan Kacab Bank BUMN Terungkap, Dulu Atlet Kini Jadi Tersangka |
![]() |
---|