Breaking News:

Kacab Bank Tewas

Fakta Baru! Mahasiswa Terseret Penculikan Kacab Bank, Bongkar Pesan Rahasia Bos Besar untuk Ilham

Fakta baru terkuak! Mahasiswa terseret culik Kacab Bank BUMN bocorkan pesan rahasia bos besar.

Editor: Eri Ariyanto
TribunNewsmaker.com | Tangkapan Layar CCTV
KACAB BANK DIBUNUH - Nasib tragis menimpa korban berinisial MIP, Kepala Cabang bank BUMN, yang diculik lalu ditemukan tewas mengenaskan di Cikarang. 

Saat bertemu F yang diduga merupakan oknum aparat, Revinando disuruh membeli sejumlah barang di minimarket.

"Tidak dijelaskan oleh saudara terduga E (Eras) ketika awal mula mengajak perkerjaan itu. Dia tahunya setelah beli lakban, rokok, handuk, itu ada komunikasi dalam mobil yang intinya kerjaan ini melakukan penculikan terhadap seseorang, pointnya di situ," katanya.

Revinando kata Maksimus membocorkan soal pesan dari bos besar untuk Ilham Pradipta

"Dalam order pekerjaan ini hanya ditugaskan untuk menculik dan menyampaikan suatu pesan," katanya.

Sebanyak empat pria berinisial AT, RS, RAH, dan RW, ditangkap Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya karena menculik MIP (37), Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN di Cempaka Putih.
Sebanyak empat pria berinisial AT, RS, RAH, dan RW, ditangkap Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya karena menculik MIP (37), Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN di Cempaka Putih. (Istimewa)

Pesan itu dititipkan ke Eras lalu disampaikan ke Ilham sambil divideokan.

"Ketika berhasil korban di dalam, pelaku E (Eras) memvideo menyampaikan ke si korban bahwa ada salam dari bla.bla.bla, tidak perlu saya sampaik di forum ini karena ini sangat sensitif karena menyangkut menyebut suatu instansi," katanya.

Maksimus Hasman tidak berani menyebut secara gamblang tentang terduga oknum aparat di balik penculikan Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta.

"Menyampikan bahwa ada salah dari sebuah instansi, jadi tidak itu aparat atau tidak. Hanya memang dalam pengakuan klien saya, dia menceritakan dia dalam mobil yang dia dengar tugas ini sampai penculikan sembari memvideokan dan video ini nanti akan diserahkan kepada si bos pemberi kerja, jadi itu perintahnya," katanya.

Adrianus Agal pengacara Eras mengatakan kliennya meminta maaf pada keluarga Ilham.

"Kami memohon maaf atas peristiwa yang sudah terjadi ini. Kami berbela sungkawa," katanya.

Mereka berharap bisa lolos dari jeratan hukum.

"Setelah Eras menyesali dan permohonan maaf dari keluarga ini, kami berharap perkara ini segera dilimpahkan ke persidangan. Biar nanti kita bisa membuka fakta yang sebenarnya di persidangan," katanya.

Ia mengatakan Eras hanya disuruh oleh oknum aparat.

"Adik kami, Eras, diminta menjemput paksa. Setelah itu ada perintah dari oknum F. Ketika korban diantar kembali, ternyata sudah tidak bernyawa," katanya.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen (Mar) Freddy Ardianzah telah membantah rumor aparat TNI di balik kasus itu.

Halaman
123
Tags:
mahasiswapenculikanpembunuhankepala cabangbank
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved