Breaking News:

Kacab Bank Tewas

Gurita Bisnis Dwi Hartono, Nyaris Jadi Calon Bupati Tebo Tapi Gagal, Punya Ladang Uang Sebanyak Ini

Dwi Hartono nyaris jadi calon bupati Kabupaten Tebo, ternyata punya gurita bisnis miliaran & kini terseret kasus pembunuhan.

Editor: Eri Ariyanto
Tribun Jambi/HO
DIDUGA OTAK PELAKU - Pengusaha asal Jambi Dwi Hartono terduga otak pelaku penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) sebuah Bank BUMN di Cempaka Putih Jakarta, Mohamad Ilham Pradipta (37). 

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dwi Hartono, sosok pengusaha yang nyaris melenggang jadi calon bupati Kabupaten Tebo, menyimpan rahasia besar di balik bisnisnya yang menjalar seperti gurita. 

Dari bimbingan belajar online hingga properti dan skincare, ladang uangnya tersebar luas lebih dari sekadar cerita kesuksesan biasa. 

Namun siapa sangka, di balik gemerlap itu, namanya kini terjerat dalam kasus penculikan dan pembunuhan yang mengguncang publik. 

Baca juga: Dalang Penculikan Kacab Bank BUMN di Bekasi Terbongkar, Ternyata Sosok Ini Jadi Otak Pembunuhan

Inilah kisah ambisi, bisnis, dan bayang-bayang gelap yang belum pernah terungkap sebelumnya.

Pengusaha Dwi Hartono ternyata sempat digadang-gadang sebagai sebagai calon Bupati Tebo.

Nama Dwi Hartono menjadi sorotan setelah menjadi salah satu otak penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta (37).

Ia dikenal sebagai pengusaha asal Rimbo Bujang Tebo. Semasa kecil, Dwi Hartono tinggal Jalan Sapat, RT 22, Dusun Jati Makmur, Desa Mekar Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi.

Sejumlah warga Tebo pun mengungkapkan kesaksiannya mengenai sosok Dwi Hartono.

Mereka terkejut Dwi Hartono yang sempat mau maju sebagai calon bupati malah terjerat kasus pidana.

Satu diantara warga Tebo,  Hafizan Romi mengungkapkan kekecewaannya perihal kasus yang menjerat Dwi Hartono.

"Kemarin sempat jadi figur di Kabupaten Tebo, populer di Tebo, bahkan sempat digandang-gandang jadi calon bupati Tebo," ujarnya.

KACAB BANK DIBUNUH - Kolase foto Dwi Hartono dan Ilham Pradipta diambil dari Instagram @klanhartono/@hampradipta. Mantan Kabareskrim ungkap dugaan motif Dwi Hartono habisi Ilham Pradipta
KACAB BANK DIBUNUH - Kolase foto Dwi Hartono dan Ilham Pradipta diambil dari Instagram @klanhartono/@hampradipta. Mantan Kabareskrim ungkap dugaan motif Dwi Hartono habisi Ilham Pradipta (Instagram @klanhartono/@hampradipta)

Apalagi, Dwi Hartono ini kan sukses dibidang bisnis, sering menjadi pembicara seminar menyemati anak-anak muda ini malah terlibat.

"Tidak menyangka sama sekali, apalagi dia dikabarkan beli heli, ini kan bisa jadi inspirasi sebenar nya, tapi malah terlibat, kami kecewa, " ujarnya Rabu (27/8/2028).

Hal senada disampaikan warga sekaligus aktivis Tebo, Jay Saragih.

"Ya, dulu dia mau maju bupati, tapi dia diminta jadi nomor dua (wakil bupati), jadi batal, karena dari awal dia mau nomor satu (bupati)," kata Jay Saragih dikutip dari Kompas.com, Selasa (26/8/2025).

Jay menjelaskan, dorongan Dwi untuk mencalonkan diri kala itu juga datang dari masyarakat yang mengenalnya sebagai pribadi dermawan.

Ia disebut sering menolong warga, mengundang penyanyi dangdut dari Jakarta, hingga memberikan fasilitas desa berupa satu unit mobil ambulans.

"Jadi, warga pun memang sebenarnya dulu itu berharap dia maju jadi bupati, bukan wakil, kan dia dikenal sebagai dermawan di sini. Jadi dia mundur," tambah Jay.

Jay mengaku terkejut ketika mendengar Dwi dikaitkan dengan kasus penculikan dan pembunuhan tersebut.

Menurutnya, Dwi dikenal sebagai pengusaha sukses di Desa Tirta Kencana Unit 6, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.

Selain memiliki bisnis besar, Dwi juga kerap menjadi penyokong dana reuni SMA dan bahkan menghadirkan artis dangdut nasional untuk memeriahkan acara itu.

"Kalau ada alumni (reuni), dia jadi panitia, dialah yang mendatangkan artis-artis itu," ujar Jay.

Di antara artis yang pernah ia datangkan seperti Via Vallen dan Wika Salim.

SOSOK VIRAL - Setelah motivator Dwi Hartono ditangkap, kini sang istri, Andreana Wulandari, mendadak menghilang dan diduga ikut terlibat.
SOSOK VIRAL - Setelah motivator Dwi Hartono ditangkap, kini sang istri, Andreana Wulandari, mendadak menghilang dan diduga ikut terlibat. (Instagram @klanhartono)

Dwi juga dikenal sebagai sosok motivator dengan latar belakang keluarga yang sudah lama terjun di dunia usaha di Tebo.

Salah satu grosir terbesar di Pasar Rimbo Bujang juga diketahui milik keluarganya.

"Yang merantau cuman dia, orang tua, adik-adiknya di sini (Tebo) semualah, buka toko-toko besar," tutur Jay.

Gurita Bisnis Dwi Hartono

Dwi Hartono yang jadi sorotan setelah kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN di Jakarta itu punya berbagai bisnis.

Dilansir dari berbagai sumber, satu di antara bisnis yang dilakoni Hartono adalah bimbingan belajar online.

"Iya, benar (pengusaha bimbel online) kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam, Selasa (26/8).

Bimbel online yang dimaksud adalah Guruku yang bisa bisa diakses melalui guruku.com.

Platform ini menyediakan layanan kelas daring, try out, hingga pengembangan keterampilan.

Guruku.com juga berfokus pada kualitas tenaga pendidik, kedalaman materi, dan kualitas soal.

Dwi Hartono merupakan orang yang memimpin PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (PT DAI), perusahaan pengembang Guruku.

Pemilik akun Instagram @klanhartono ini memulai karier wirausaha sejak kuliah.

Ia pernah merintis usaha warnet, rental game, coffee shop, hingga warteg, sebelum merambah ke bidang properti, e-commerce, fashion, dan perawatan kulit.

Melansir dari media sosialnya, Dwi Hartono menggeluti bisnis property, perkebunan, trading, pendidikan, e-commerce, fashion, hingga skincaere.

Ia juga mendirikan Hartono Foundation yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, UMKM, dan kegiatan berbakti untuk negeri.

Di media sosial, ia kerap membagikan aktivitas sehari-harinya hingga jalan-jalan.

Selain pengusaha, ia juga dikenal sebagai motivator yang kerap hadir sebagai pembicara di berbagai seminar.

Di akun YouTube Klan Hartono, ia kerap membagikan informasi terkait bisnis, motivasi, inspirasi, hingga daily vlog.

Biografi Singkat 

Dwi Hartono lahir di Lahat, Sumatra Selatan, pada 6 Oktober 1985.

Masa kecil Dwi Hartono di Desa Tirta Kencana (sekarang Desa Mekar Kecana), Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo.

SD Negeri 177/VIII Jalan Meranti Desa Tirta Kencana

SMP Negeri 13 Jalan Kolim, Desa Tirta Kencan

SMA-Perguruan Tinggi di Pulau Jawa.

15 Orang Jadi Tersangka

Polisi menyebut ada empat klaster pelaku dalam kasus kematian Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengatakan, empat klaster itu terdiri dari aktor intelektual hingga eksekutor.

"Pertama adalah aktor intelektual, kemudian klaster yang membuntuti, ketiga klaster yang menculik, dan klaster penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan membuang korban," kata Abdul, Rabu (27/8/2025).

Dari empat klaster tersebut, sebanyak 15 orang telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

"Yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka sudah 15 orang," ujar Kasubdit Jatanras.

Sebelumnya, korban diculik di area parkir supermarket di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025). Aksi penculikan itu terekam CCTV.

Korban mulanya terlihat berjalan dan hendak membuka pintu mobil, korban langsung disergap oleh para pelaku berinisial AT, RS, RAH, dan EW alias Eras.

Korban ditarik dan dimasukkan secara paksa ke mobil yang ditumpangi oleh Eras dkk.

Setelah diculik, korban dibunuh dan jasadnya ditemukan dengan kondisi tangan, kaki, dan wajah terikat lakban di sebuah persawahan di Cikarang, Bekasi, Kamis (21/8/2025) pagi.

AT, RS, dan RAH ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Jalan Johar Baru III, Jakarta Pusat. Sedangkan Eras diringkus di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat ini, Polda Metro Jaya juga telah meringkus empat aktor intelektual yang terlibat kasus penculikan dan pembunuhan Ilham.

Keempatnya yaitu berinisial C, DH, YJ dan AA. Tiga pelaku di antaranya yakni C, DH, YJ ditangkap di Solo, Jawa Tengah, Jumat (23/8/2023) malam.

(TribunNewsmaker.com/TribunJakarta.com)

Tags:
Dwi Hartonobisnispengusahatersangka
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved