Breaking News:

Demo Buruh

Respon DPR Terkait Demo Ricuh, Imbau WFH hingga Pakai Pelat Sipil, Ahmad Sahroni: Ke Mana-mana Susah

DPR respon soal demo ricuh, tiadakan rapat kerja dan imbau WFH, mobil pakai pelat sipil, ini kata Ahmad Sahroni.

Editor: ninda iswara
Tribunnews
DPR RESPON DEMO - Ilustrasi gedung DPR RI. DPR respon soal demo ricuh, tiadakan rapat kerja dan imbau WFH, mobil pakai pelat sipil, ini kata Ahmad Sahroni. 

“Oh iya, diimbau memang iya,” kata Sahroni, Kamis.

Menurut dia, langkah itu diambil demi keselamatan pegawai.

Ia menyinggung pengalaman pada unjuk rasa sebelumnya, di mana sejumlah pegawai kesulitan keluar dari Kompleks Parlemen karena kondisi ricuh.

“Karena kan kita enggak mau gini, ada hal-hal mungkin orang sudah masuk, susah keluar kayak kemarin. Pulang ribet, ke mana-mana susah. Makanya diimbau untuk WFH,” ujar dia.

Sahroni juga meminta agar massa tetap menyampaikan aspirasi secara damai.

“Imbauan saya, sebagai pimpinan Komisi III, jaga damai. Demo ini disalurkan aspirasinya secara bijak. Jangan sampai ada yang menunggangi demo,” tutur dia.

Baca juga: Saksi Mata Sebut Rantis Brimob Coba Tabrak Para Demonstran, Tewaskan Affan Kurniawan: Ugal-ugalan

MACET - Jalan Pasar Senen dan Jalan Kramat Raya macet imbas adanya unjuk rasa di Mako Brimob Kwitang.
MACET - Jalan Pasar Senen dan Jalan Kramat Raya macet imbas adanya unjuk rasa di Mako Brimob Kwitang. (Kompas.com/Shinta Dwi Ayu)

Rapat siang hari dihadiri 2 orang

Meski sebagian besar agenda rapat komisi ditiadakan, Baleg DPR RI akhirnya sempat menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) pada pukul 14.00 WIB.

Agenda rapat itu mendengar masukan dari perusahaan penyalur asisten rumah tangga (ART) terhadap RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).

Rapat tersebut dilaksanakan tak lama setelah massa aksi dari kelompok buruh berangsur-angsur meninggalkan depan gedung DPR.

Namun, rapat berlangsung sepi. Dari puluhan anggota Baleg, hanya dua yang hadir secara fisik, yakni Wakil Ketua Baleg Martin Manurung dan Alimudin Kolatlena dari Fraksi Gerindra.

Selain itu, ada dua perwakilan perusahaan penyalur asisten rumah tangga (ART) yang hadir langsung di ruang rapat.

Martin menjelaskan minimnya kehadiran anggota bukan persoalan karena RDPU bukan rapat untuk mengambil suatu keputusan, sehingga tidak memerlukan kuorum.

“Karena ini sifatnya RDPU, maka sesuai tata tertib tidak harus memenuhi kuorum. Yang kita inginkan adalah masukan dari bapak ibu sekalian,” kata Martin.

Di tengah-tengah berjalan rapat, giliran massa aksi dari kalangan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya yang berdatangan ke depan Gedung DPR RI.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Tags:
DPRAhmad Sahroni
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved