Pemandi Jenazah Ashraf Sinclair Terperanjat dan Takjub Lihat Tanda-tanda Baik di Jasad Suami BCL Ini

Penulis: ninda iswara
Editor: Agung Budi Santoso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ingin Terus Berdampingan, BCL Sudah Pesan Lahan di Samping Makam Ashraf Sinclair, Capai Rp 300 Juta

Semasa hidup, Ashraf Sinclair rutin memberikan bantuan mulai dari uang hingga sembako berupa beras, mie instan, dan minyak goreng.

Ustaz Ahmad Habib (Tribun Bogor)

Bahkan dua minggu sebelum meninggal dunia, Ashraf Sinclair sempat mengunjungi yayasan tersebut.

Ustaz Ahmad Habib tak menyangka Ashraf Sinclair pergi begitu cepat karena serangan jantung.

Terlebih selama ini Ustaz Ahmad Habib mengenal Ashraf Sinclair sebagai sosok yang terkenal rajin olahraga dan menjaga hidup sehat.

"Makanya tadi pagi saya kaget. Beliau selama ini sehat-sehat saja. Apalagi beliau olahraganya sangat rajin," ujar Ustaz Ahmad Habib.

Kendati demikian, Ustaz Ahmad Habib menegaskan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

"Ya tapi itulah namanya kullu nafsin dzaiqotul maut. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian," tegas sang Ustaz Ahmad Habib.

"Jadi ya mungkin sudah takdirnya, sudah ajalnya almarhum harus menghadap Allah SWT dalam usia yang masih sangat muda," tambahnya.

• Manajer Ungkap Deretan Informasi Terkait Meninggalnya Ashraf Sinclair, Suami Bunga Citra Lestari

• Tangisan Sahabat Ashraf Sinclair di Malaysia, Nur Fazura, Aku Ingat Saat Berbicara Tentang BCL

Ustaz Habib juga ikut memandikan jenazah Ashraf Sinclair.

Ikut memandikan, Ustaz Habib membeberkan kondisi jenazah Ashraf Sinclair.

Menurut penuturan Ustaz Habib, jenazah Ashraf Sinclair tampak tersenyum ramah seperti saat masih hidup.

"Alhamdulillah almarhum kondisinya tersenyum, ramah, seperti kayak sekarang masih hidup. Saya ikut memandikan almarhum," bongkar Ustaz Ahmad Habib.

"Masya Allah senyumnya luar biasa," tambahnya.

Ustaz Ahmad Habib (Youtube RCTI - ENTERTAINMENT)

Takjub melihat kondisi jenazah suami Ashraf Sinclair, Ustaz Habib tak menyangka kalau almarhum sudah tiada.

"Saya ikut memandikan almarhum. Itu senyumnya masya Allah, gak menyangka kalau sudah meninggal. Gak menyangka ruhnya sudah terpisah dari jasadnya. Senyum seperti orang biasa saja," beber Ustaz Ahmad Habib.

Halaman
123