Polisi Jual Masker Hasil Sitaan, Mahfud MD Beri Tanggapan, 'Boleh, Asal Uangnya Tak Dimakan Sendiri'

Mahfud MD, calon menteri Jokowi-Maruf Amin.

Polisi lantas mengembangkan kasus ke daerah Sawah Besar, Jakarta Pusat, dan menemukan ribuan masker timbunan tersebut.

Total ada 72.000 lembar masker yang diamankan oleh Polres Metro Jakarta Utara. (TribunNewsmaker.com/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Polisi Jual Masker Hasil Sitaan, Mahfud MD: Uangnya Bisa Dikembalikan ke Negara

Polisi Bongkar 4 Kasus Penimbunan Masker di Sejumlah Daerah, Berikut Fakta & Ancaman Hukumannya (TribunNewsmaker.com Kolase/ KOMPAS.com/polda jateng/ Shutterstock)

Polisi Bongkar 4 Kasus Penimbunan Masker di Sejumlah Daerah, Berikut Fakta & Ancaman Hukumannya

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pihak kepolisian membongkar kasus penimbunan masker di sejumlah daerah.

Sejak Presiden Jokowi mengumumkan kasus pertama virus corona di Indonesia, masyarakat berbondong-bondong memburu masker.

Seperti yang sebelumnya diberitakan, Senin 2 Maret 2020 lalu, dua warga negara Indonesia (WNI) positif terpapar virus corona.

Dua WNI yang terjangkit virus corona yakni seorang ibu (64) dan putrinya (31) yang tinggal di Depok, Jawa Barat.

Mereka berdua kini tengah dirawat dan diisolasi di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Diumumkannya kasus pertama virus corona di Indonesia ini membuat masyarakat panik dan dilanda khawatir berlebihan.

Ilustrasi virus corona. (pixabay.com)

Masyarakat langsung ramai berburu masker dan hand sanitizer ke sejumlah apotek dan pusat perbelanjaan.

Namun faktanya, keberadaan masker dan hand sanitizer kini semakin langka dengan harga yang melonjak drastis.

Fenomena ini dimanfaatkan sejumlah orang untuk meraup keuntungan.

Mereka menjual masker dan hand sanitizer dengan harga yang cukup fantastis.

Masker yang biasa dijual seharga Rp 25 ribu - 30 ribu per box, kini mencapai Rp 300 ribu hingga jutaan.

Presiden Jokowi pun menginstruksikan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis untuk menindak para penimbun masker.

Polisi pun kini telah menggerebek sejumlah lokasi penimbunan masker.

1. Semarang 

Belasan kardus berisi cairan antiseptik yang ditimbun pelaku. (KOMPAS.com/polda jateng)

Polisi menangkap dua orang warga yang diduga menimbun masker serta cairan antiseptik di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2020).

Keduanya yakni Ari (45) warga Semarang Timur. Ari dibekuk lantaran menimbun masker.

Satu orang lainnya yakni Merriyati alias Kosasih (24) warga Genuk yang diduga menimbun cairan antiseptik.

"Kami menemukan beberapa nama pelaku yang diduga terlibat dalam praktik penimbunan masker kesehatan di wilayah hukum Polda Jateng," ujar Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar F. Sutisna.

• Antisipasi Merebaknya Virus Corona, Tri Rismaharini Timbun Masker, Tak Beritahu Warga, Ini Faktanya

• Dua Mahasiswa di Makassar Ditangkap Polisi Saat Hendak Kirimkan Puluhan Ribu Masker ke Luar Negeri

Dari tangan keduanya, polisi menyita 8 boks masker kesehatan dan 13 kardus cairan antiseptik.

Dua warga tersebut dijerat Pasal 107 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Mereka terancam hukuman denda Rp 50 miliar dan penjara paling lama lima tahun.

2. Makassar

ilustrasi masker (shutterstock)

Polisi menggagalkan pengiriman 200 boks berisi ribuan masker ke Selandia Baru.

Pelakunya merupakan dua oknum mahasiswa perguruan tinggi swasta di Makassar.

Mereka adalah JA dan JO.

Keduanya kini ditetapkan sebagai tersangka.

"Ternyata masker itu berasal dari pembelian di apotek di seluruh Makassar, Gowa dan Takalar," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono.

Kecurigaan berawal dari informasi temuan pejabat Wali Kota Makassar yang menemukan tumpukan masker di sebuah hotel.

"Beliau curiga kenapa ada kardus ditaruh di luar dalam jumlah besar. Setelah itu ditanya apa isinya, ternyata masker. Setelah itu beliau menginformasikan kepada saya, saya langsung ke TKP di hotel horizon ternyata masker itu hendak dikirim ke New Zealand," jelasnya.

Jika kiriman itu sampai, mereka rencananya akan mendapatkan uang Rp 60 juta.

Keduanya disangkakan dengan pasal Perdagangan dan Monopoli.

3. Tanjung Duren 

Sejumlah warga membeli masker dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin (2/3/2020). Harga masker dan hand sanitizer di sentra alat kesehatan tersebut mengalami lonjakan dari 600 persen hingga 1.400 persen akibat permintaan konsumen yang meningkat drastis setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga Kota Depok positif terinfeksi virus corona.(ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Polisi menemukan 358 boks masker dalam penggerebekan di sebuah apartemen di Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Rinciannya 120 boks masker wajah merek Sensi, 152 masker wajah merek Miitra, 71 kotak masker wajah merek Prasti dan 15 kotak masker wajah merek Facemas.

Masker-masker itu ditimbun oleh oknum mahasiswi salah satu universitas di Jakarta Barat bernama TVH.

• Virus Corona Masuk ke Indonesia, Ini Ancaman Hukuman Bagi Penimbun Masker & Hand Sanitizer

• Aming Kritik Pedas Oknum yang Manfaatkan Isu Corona untuk Bisnis, Termasuk Masker: Luar Biasa Emang

"Ini diungkap Polsek Tanjung Duren. Kita amankan dengan inisial TVH 19 tahun. Dia menjual melalui online," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta Barat, Rabu (4/3/2020).

Satu boks masker, kata dia, dijual Rp 300.000,00 hingga Rp 350.000,00.

TVH dapat dijerat Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 mengenai Perdagangan dengan ancaman hukuman kurungan 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 50 miliar.

4. Tangerang 

ilustrasi masker (shutterstock)

Polisi menggerebek sebuah gudang diduga lokasi menimbun masker di Jalan Marsekal Surya Darma, Neglasari, Selasa (3/3/2020). 

"Iya ada dugaan tindak pidana penimbunan alat kesehatan berupa masker kesehatan atau memperdagangkan masker tanpa izin edar," kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan.

Polisi menyita barang bukti berupa 180 karton berisi 360.000 masker merk Remedi.

• Masker di indonesia Langka Setelah 2 WNI Positif Corona, Menkes Terawan: Percuma yang Sehat Pakai!

• Viral Ucapan Menkes Terawan Salahkan Pembeli Masker Harga Mahal, Ini Reaksi Masyarakat

Polisi juga menyita 107 karton berisi 214.000 masker mer Volca dan Well-best.

Polisi juga memeriksa pemilik barang berinisial H dan D sekaligus pemilik gudang.

"Saat ini masih kami dalami terus," kata dia. (TribunNewsmaker.com/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 4 Kasus Penimbunan Masker di Sejumlah Daerah yang Dibongkar Polisi, Semarang hingga Makassar

Editor: ninda iswara
Sumber: Kompas.com

Berita Populer