POPULER - Pengakuan Tersangka Pelecehan Fetish Kain Jarik, Dilakukan Sejak 2015, Ada Puluhan Korban

Pelaku pelecehan seksual fetish kain jarik di Mapolrestabes Surabaya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhoni Isir.

• 5 Fakta Terbaru Gilang Fetish Kain Jarik, Ngaku Punya 25 Korban Hingga Suksesnya Ancaman Bunuh Diri

Ia menjelaskan alasan penetapan tersangka menggunakan sejumlah pasal dalam UU ITE itu.

"Kita sempat menggali dan menganalisa beberapa pasal seperti Pasal 292, Pasal 296, dan Pasal 297 KUHP, namun belum bisa diterapkan, akhirnya kita menyimpulkan pasal yang paling pas adalah pasal di UU ITE," kata Jhoni di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (8/8/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

G dijerat menggunakan Pasal 27 Ayat (4) juncto Pasal 45 Ayat (4) dan atau Pasal 29 juncto Pasal 45B Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, dan atau Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan, dengan ancaman enam tahun penjara.

Pasal yang disangkakan itu berbunyi, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan atau pengancaman.

"Pengancaman yang dimaksud adalah pelaku mengancam akan bunuh diri jika keinginannya tidak dilakukan korban. Korban dimaksud yang akan membungkus tubuhnya dengan kain jarik," jelas Jhoni.

Jhoni mengungkapkan, penerapan pasal tersebut telah melalui gelar perkara.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah ahli, seperti ahli pidana, kedokteran, budaya, dan ahli ITE.

Pihak berwajib rencananya juga akan memeriksakan G ke dokter psikiater.

Pemeriksaan ini terkait dugaan perilaku menyimpang yang dilakukan G.

Halaman
1234

Berita Populer