Soal Polemik Larangan Penggunaan Kata Anjay, Wakil Ketua DPR: Tidak Ada Manfaatnya

Editor: Irsan Yamananda
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lutfi Agizal mengaku banyak mendapati tetanggannya yang masih di bawah umur menggunakan kata 'anjay'.

Menurut Arist, larangan penggunaan istilah "anjay" harus dilihat dari beberepa sudut pandang dan tergantung konteks pemakaian.

"Apakah itu bermakna merendahkan martabat, melecehkan, membuat orang jadi galau atau sengsara, kalau unsur itu terpenuhi, maka istilah 'anjay' tentu itu mengandung kekerasan. Jika mengandung kekerasan, maka tak ada toleransi," kata Arist saat dihubungi Kompas.com, Minggu (30/8/2020).

Bahkan, menurut dia, penggunaan "anjay" dalam konteks tersebut bisa dipidana sebagai bentuk kekerasan verbal sesuai dengan ketentuan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Akan tetapi, apabila istilah tersebut digunakan dalam konteks memuji atau mengungkapkan rasa kekaguman, maka Komnas PA tak mempermasalahkan penggunaan istilah "anjay".

"Bisa saja kalau maknanya pujian atau salut terhadap prestasi orang atau produk spektakuler, itu tidak apa-apa, silakan dipakai," kata dia.

Arist menjelaskan, adanya surat edaran tersebut dilatarbelakangi oleh aduan masyarakat kepada Komnas PA.

"Jadi kalau ada dampak menimbulkan kekerasan, maka Komnas harus hadir di situ," ucapnya.

Mengenai hal ini, Lutfi Agizal berbangga hati,

Mengingat bahasan kalimat "Anjay" direspon oleh Komnas PA sebagai sebuah edukasi yang penting.

Melalui unggahan akun Instagram pribadinya @lutfiagizal pada Sabtu (29/8/2020), Lutfi Agizal memamerkan halaman pengesahan pers rilis tersebut.

Halaman
123