Tanya Jawab Islam

BOLEHKAH Mengerjakan Sholat Isya di Akhir Waktu Sekalian Sholat Tahajud? Ini Penjelasan Buya Yahya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Sholat

Reporter: Tiara Susma

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Umat Muslim dianjurkan melakukan amalan-amalan sunnah untuk meraih pahala berlimpah.

Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan adalah sholat tahajud.

Melaksanakan sholat tahajud dianjurkan pada waktu sepertiga malam terakhir.

Waktu sepertiga malam terakhir kira-kira mulai jam 01.00 hingga masuk waktu subuh.

Beberapa orang mungkin memiliki kebiasaan mengakhirkan sholat Isya sekalian mengerjakan sholat tahajud.

Hal itu dilakukan agar bisa melaksanakan keduanya sekaligus.

Lantas, apakah hal tersebut diperbolehkan atau justru dilarang?

Baca juga: Apakah Boleh Memejamkan Mata saat Sholat Agar Lebih Khusyuk? Begini Penjelasan Buya Yahya

Baca juga: Benarkah Orang Muslim yang Tak Pernah Sholat Bisa Disebut Sebagai Kafir? Begini Jawaban Buya Yahya

Ilustrasi Sholat (Tribun Manado)

Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Hal itu seperti dilansir dari video yang diunggah di kanal YouTube Buya Yahya pada 8 Agustus 2019.

Meski sholat Isya memiliki waktu yang panjang, Buya Yahya menganjurkan untuk melaksanakannya di awal waktu.

Disebutkan Buya Yahya, ada riwayat yang mengungkapkan bahwa kurang baik tidur sebelum melaksanakan sholat Isya.

"Sholat Isya lakukan di awal waktu, sampai ada riwayat kalau anda tidur sebelum sholat Isya itu seperti tidak ditidurkan, akhirnya kurang baik," ujar Buya Yahya.

Buya Yahya mengingatkan untuk tak membiasakan sholat Isya sekalian sholat tahajud.

Baca juga: HUKUM Lanjut Tidur Setelah Sholat Subuh, Benarkah Menghambat Rezeki? Buya Yahya Beri Penjelasan

"Tidurlah dalam keadaan kita sudah melakukan sholat Isya, jangan menjadi kebiasaan tahajud-nya sekalian sama Isya, kecuali anda tertidur," kata Buya Yahya.

"Tahajud adalah semua sholat-sholat yang dilakukan setelah dia tertidur, jadi anda lagi terlelap tidur terbangun melakukan tahajud," imbuhnya.

Tak hanya itu, Buya Yahya juga menganjurkan untuk melaksanakan sholat witir saat sholat malam.

"Maka kalau orang sholat Isya pun jadi tahajud karena dilakukan setelah tidur," tuturnya.

"Kemudian di dalam sholat malam yang terpenting anda lakukan adalah sholat witir, jadi witir upayakan jadi penutup sholat anda," pungkasnya.

Berikut video lengkapnya:

BOLEHKAH Orang yang Punya Sedikit Hafalan Quran Jadi Imam Sholat? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Apakah boleh orang yang punya sedikit hafalan Al Quran menjadi imam sholat?

Ustaz Adi Hidayat memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Hal itu dilansir dari video yang diunggah di kanal YouTube Adi Hidayat Official pada 25 Oktober 2019.

Seperti diketahui, ada beberapa syarat menjadi imam sholat.

Di antaranya adalah beragama Islam, laki-laki, baligh, berakal, serta suci dari hadas besar maupun kecil.

Selain itu, imam sholat juga harus mampu membaca Al Quran dengan fasih dan baik.

Lantas, bagaimana jika orang yang memiliki hafalan Al Quran sedikit menjadi imam sholat?

Berikut ini penjelasan dari Ustaz Adi Hidayat.

Baca juga: HUKUM Lanjut Tidur Setelah Sholat Subuh, Benarkah Menghambat Rezeki? Buya Yahya Beri Penjelasan

Baca juga: Apakah Orang yang Rajin Sedekah Tapi Tak Pernah Sholat Tetap Dapat Pahala? Ini Penjelasan Buya Yahya

Ustaz Adi Hidayat menegaskan banyak tidaknya hafalan Al Quran bukanlah syarat utama menjadi imam sholat.

"Sesungguhnya hafalan Al Quran bukan syarat utama dalam hal untuk menjadi imam," ungkap Ustaz Adi Hidayat.

Hal yang harus diperhatikan oleh mereka yang menjadi imam sholat adalah bacaan yang benar.

Imam sholat harus memperhatikan hukum tajwid dalam setiap bacaan.

Pasalnya, jika sedikit saja salah pengucapan pada huruf, hal itu bisa mengubah maknanya.

"Syarat yang terpenting dari hafalan Al Quran ini adalah terkait dengan bacaan yang benar,

yang terhindar dari kesalahan-kesalahan bacaan terutama hukum tajwid-nya," tuturnya.

"Jadi jika ada hafalan pun cukup digunakan dalam sholat, tapi bacaan-bacaanya benar, sempurna tajwidnya, hukum-hukumnya, maka dibenarkan menjadi imam," jelas Ustaz Adi Hidayat.

Baca juga: HUKUM Tren Ikoy-ikoyan di Instagram Menurut Syariat Islam, Apakah Haram? Ini Penjelasan Buya Yahya

Kendati demikian, Ustaz Adi Hidayat menyebut ada baiknya mendahulukan mereka yang memiliki hafalan lebih banyak untuk menjadi imam sholat.

"Namun, demikian ada skala prioritas untuk bisa menempatkan imam ini adalah sebagai berikut.

Yang pertama, jika ditemukan yang lebih banyak hafalannya dari yang tadi, maka yang banyak hafalannya didahulukan.

Dengan catatan, yang banyak hafalan ini pun benar hukum tajwidnya," kata Ustaz Adi Hidayat.

"Jika ada yang sedikit hafalannya tapi benar lebih bagus bacaannya, maka ini didahulukan," pungkasnya.

Berikut video lengkapnya:

(TribunnewsMaker.com/Tiara Susma)

Berita dan artikel lainnya terkait Buya Yahya di sini

Berita dan artikel lainnya terkait Ustaz Adi Hidayat di sini