Reporter: Tiara Susma
TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dalam Islam, umat Muslim diwajibkan mengerjakan sholat 5 waktu.
Ketika mengerjakan sholat, kita dianjurkan untuk melafalkan niat sholat.
Tak hanya sholat wajib saja, kita juga dianjurkan untuk melafalkan niat saat akan melaksanakan sholat sunnah.
Ada yang melafalkan niat sholat dengan bersuara.
Namun, ada juga yang meniatkannya cukup di dalam hati.
Lantas muncul pertanyaan, apakah perlu melafalkan niat sebelum sholat atau cukup meniatkan dalam hati?
Baca juga: BOLEHKAH Melaksanakan Sholat Dhuha Supaya Hajat Terpenuhi? Simak Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
Baca juga: BOLEHKAH Mengerjakan Sholat Isya di Akhir Waktu Sekalian Sholat Tahajud? Ini Penjelasan Buya Yahya
Ustaz Khalid Basalamah memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Hal itu seperti dilansir dari video yang diunggah di YouTube Lentera Islam pada 9 September 2016.
"Kalau kita kembali pada hadits Nabi Muhammad SAW, maka belum pernah ada pengucapan lafadz," ujar Ustaz Khalid Basalamah.
Ustaz Khalid Basalamah kemudian membahas mengenai pengucapan niat sholat menurut mazhab Syafi'i.
Ada ulama berpendapat bahwa niat sholat harus dilafalkan secara lisan.
Namun, ada juga yang berpendapat bahwa niat dalam hati juga sama pentingnya.
"Mereka mengatakan niat itu harus, supaya orang itu tidak lupa dan jelas, maka orang itu harus ucapkan dengan lisannya," kata Ustaz Khalid Basalamah.
"Mereka pun mengatakan dalam buku-buku mereka, ini adalah niat pelengkap, bukan niat asas, niat asas dalam hati," imbuhnya.
Baca juga: Apakah Boleh Memejamkan Mata saat Sholat Agar Lebih Khusyuk? Begini Penjelasan Buya Yahya
Sementara itu, Ustaz Khalid Basalamah menegaskan sholat tidak akan diterima jika hatinya tak niat sholat meski sudah melafalkan niatnya.
"Kalau ada orang mengucapkan dengan lisannya, tapi hatinya nggak niat sholat, nggak diterima.
Tapi kalau ada orang niat hatinya mau sholat dzuhur dan dia lupa ucapkan niat, diterima sholatnya," ungkap Ustaz Khalid Basalamah.
Ustaz Khalid Basalamah juga mengungkapkan pendapat ulama jumhur yang mengatakan bahwa tidak ada niat kecuali dalam hati.
"Seperti contoh, bapak ibu tadi mau sholat Isya, begitu iqomah kita berdiri di saf, bukankah hati kita sudah niat sholat Isya? Kan tidak mungkin sholat Magrib, subuh, nggak mungkin," tutur Ustaz Khalid Basalamah.
Berikut video lengkapnya:
Apakah Boleh Memejamkan Mata saat Sholat Agar Lebih Khusyuk? Begini Penjelasan Buya Yahya
Kita tentu pernah berada di situasi tak terduga saat melaksanakan ibadah sholat.
Hal itu terkadang membuat kita menjadi tidak khusyuk dalam menjalankan sholat.
Seperti diketahui, kita dituntut untuk menjalankan sholat dengan khusyuk.
Pasalnya, khusyuk dalam menjalankan sholat akan membuat amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Beberapa orang mungkin pernah memejamkan mata saat menjalankan sholat agar lebih khusyuk.
Lantas muncullah pertanyaan, bagaimana hukumnya memejamkan mata saat sholat?
Apakah hal tersebut diperbolehkan atau justru dilarang?
Baca juga: Imam Sholat Lupa Rakaat, Apakah Sholatnya Batal & Wajib Diulang? Begini Penjelasan Buya Yahya
Baca juga: BOLEHKAH Orang yang Punya Sedikit Hafalan Quran Jadi Imam Sholat? Ini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Hal itu seperti dilansir dari video yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV pada 25 September 2020.
Sebelumnya, Buya Yahya membahas soal khusyuk dalam sholat.
"Yang pertama harus dipahami adalah apa itu khusyuk, khusyuk nggak ada urusannya dengan mata," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya menegaskan memejamkan mata saat sholat hukumnya makruh.
Makruh adalah perbuatan yang dianjurkan untuk tidak dilakukan.
Suatu perkara yang jika dilakukan tidak mendapat dosa, tapi jika ditinggalkan akan mendapat pahala.
Buya Yahya mengungkapkan saat menjalankan sholat, kita disunnahkan untuk melihat tempat sujud.
"Adapun masalah memejamkan mata, ulama mengatakan makruh, kecuali ada hajat yang lebih penting," tuturnya.
"Bahkan di dalam sholat kita disunnahkan, selagi tidak di depan ka'bah, kita disunnahkan melihat ke tempat sujud," imbuhnya.
Baca juga: HUKUM Lanjut Tidur Setelah Sholat Subuh, Benarkah Menghambat Rezeki? Buya Yahya Beri Penjelasan
Lebih lanjut, Buya Yahya juga memberikan pemahaman mengenai khusyuk dalam menjalankan sholat.
"Dijelaskan para ulama, khusyuk di dalam sholat itu adalah hati dan pikiran mengikuti bacaanmu di dalam sholatmu.
Nggak ada hubungannya dengan pejam mata dan buka mata," jelasnya.
"Merenungi bacaan-bacaan yang kita baca di dalam sholat, itu khusyuk," sambungnya.
Buya Yahya kemudian membeberkan situasi dimana memejamkan mata saat sholat diperkenankan.
"Mungkin kita sholat di pasar , tempat ramai,mungkin kita laki-laki banyak lalu lalang wanita, memejamkan mata agar terjaga baru diperkenankan saat itu," pungkasnya.
Berikut video lengkapnya:
(TribunnewsMaker.com/Tiara Susma)
Berita dan artikel lainnya terkait Buya Yahya di sini
Berita dan artikel lainnya terkait Ustaz Khalid Basalamah di sini