Namun kebudayaan yang berkaitan dengan perilaku atau tata sikap bisa menyebabkan terjadinya konflik.
Selain itu, latar belakang yang dimiliki oleh masyarakat yang begitu beragam juga bisa menjadi pemicunya.
Pemikiran dan pendirian yang berbeda inilah yang akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu hingga memicu konflik yang juga bisa mengarah pada kekerasan.
- Perbedaan individu
Setiap manusia memiliki karakter yang berbeda-beda.
Perbedaan kebiasaan dan perasaan dapat menimbulkan kebencian dan amarah sebagai awal timbulnya konflik.
Dalam menjalani hubungan seseorang, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.
- Perubahan sosial yang terlalu cepat
Dampak revolusi atau perubahan sosial yang terlalu cepat juga bisa menjadi pemicu konflik sosial.
Perubahan merupakan hal yang wajar dan normal terjadi.
Namun jika perubahan terlalu cepat dapat membuat masyarakat kaget dan terguncang.
Bahkan bisa terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehidupan masyarakat yang telah ada.
Oleh karena itu, dibutuhkan penyesuaian norma-norma atau hubungan sosial dalam masyarakat.
- Perbedaan kepentingan
Konflik sosial juga bisa muncul karena adanya perbedaan kepentingan.
Hal ini karena kepentingan sosial bersifat esensial bagi kelangsungan hidup.
Selain itu, individu juga memilki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda-beda.
Seorang individu akan merasakan kepuasan ketika berhasil memenuhi kepentingannya.
Sedangkan ketika mengalami kegagalan dalam memenuhi kepentingan, akan timbul masalah bagi individu itu sendiri maupun lingkungannya.
(TribunNewsmaker.com/Ninda)
- Berita dan artikel terkait Pelajaran Sekolah lainnya di sini -