TRIBUNNEWSMAKER.COM - Mulai temui titik terang kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang kini sudah masuki gelar perkara.
Saat ini tim penyidik Polda Jabar melakukan pendalaman terhadap beberapa alternatif motif pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Bahkan, sudah ada beberapa saksi kasus Subang yang didalami, dan beberapa saksi dalam proses pemeriksaan.
Hal ini diungkapkan Ketua Harian Komisi Kepolisian (Kompolnas) Benny Mamoto dalam rilis terbaru yang diunggah di channel youtube Kompolnas RI, 24 Juni 2022.
Benny memastikan sudah melakukan gelar perkara kasus Subang ini bersama jajaran direktorat kriminal umum Polda Jabar beberapa waktu lalu.
Gelar perkara ini dihadiri seluruh tim penyelidik maupun penyidik serta melibatkan juga dari labfor.
Baca juga: Mulai Terkuak 3 Petunjuk Baru Diketahui Mengarah ke Terduga Pembunuh di Kasus Subang
Baca juga: MISTERIUS Sejak Agustus, Polisi Kini Rilis Foto Sketsa Pelaku Pembunuh Tuti & Amalia di Subang
"Dari gelar perkara yang dipaparkan Wadirkrimum, saya melihat dari kacamata saya sebagai mantan penyidik bahwa upaya yang dilakukan sudah optimal. Semua aspek sudah dilakukan pendalaman," terang Benny Mamoto seperti dikutip dari channel youtube Kompolnas, Senin (27/6/20220).
Menurut Benny, penyidik sudah melakukan pendekatan ilmiah atau scientific crime investigation dengan pemeriksaan DNA, sidik jari, IT dan CCTV.
"Saat ini para penyidik melakukan pendalaman terhadap beberapa alternatif motif. Ada beberapa saksi yang didalami dan ada beberapa saksi yang dalam proses melakukan pemeriksaan," katanya.
Benny yakin dan optimis kasus ini bisa terungkap meski memerlukan waktu panjang karena ada kendala-lendala di TKP.
Dikatakan, TKP kasus subanng tidak utuh karena banyak faktor seperti cuaca hujan yang berpengaruh terhadap tapak kaki dan tapak sepatu.
Selain kendala keaslian TKP, tantangan khusus dalam pengungkapan kasus Subang ini yakni banyaknya informasi di media sosial yang bisa menghambat proses penyidikan.
"Ini satu hal yang berbeda dengan dulu, dimana medsos belum ada. Paling banter, media cetak atau TV yang merilis dari hasil investigasdi mereka.
Baca juga: BUNTUT Kasus Pembunuhan Dokter Muda di Malang Seret Nama Kekasih yang Kini Diinterogasi Polda Jatim
Baca juga: Selain Asmara, Terkuak Motif Lain Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB, Pelaku Kuras Harta Korban
"Sekarang berbeda, semua orang bisa komentar, melepas informasi yang diperoleh. Bahkan ada yang memanfataak kasus ini untuk kepentingan pribadi seperti youtuber.
"Kalau ini ada korelasi dengan proses penyelidikan ya akan menggangu.