Diketahui, sang ibu menghembuskan nafas terakhirnya pada 25 Juni 2020 lalu.
Kepergiannya membawa duka yang mendalam bagi keluarga, tak terkecuali sang suami.
Di sisi lain, Eida menyebut ayahnya telah menderita katarak sejak tahun 2010.
"Ayah ada masalah penglihatan sejak 2010 karena katarak.
Sudah menjalani operasi namun kondisinya masih sama," ungkap Eida.
Menurut Eida, sang ayah cukup bergantung kepada ibunya.
Almarhumah ibunya sudah seperti 'mata' bagi ayahnya.
Hal itulah yang membuat ayahnya merasa sangat kehilangan saat ibunya meninggal dunia.
"Ayah tak suka pakai tongkat...dia lebih suka berpaut pada ibu atau adik-adik.
Setiap minggu kalau ziarah kubur, adik saya yang nomor empat akan temani ayah selepas pulang kerja karena dia tinggal bersama ayah," ujarnya.
Saat berziarah ke makam istrinya, dia sempat mengucapkan kata-kata menyentuh sambil menangis.
"Assalamualaikum Milah, abang datang dengan adik ni...abang balik ya Milah.
Abang harap kamu tenang," ucapnya kala itu.
"Kamis baru-baru ini saya ajak ayah ziarah kubur.
Saya rekam video sebagai kenangan, memang tak sangka ayah mengucapkan kata itu dan menangis," tutur Eida.