Berita Viral

'Tetap Apresiasi' Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa, Pihak David Terima AGH Divonis 3,5 Tahun Penjara

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kuasa hukum David Ozora (17), Mellisa Anggraini menghormati putusan hakim terkait vonis 3,5 tahun terhadap AGH.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pihak Cristalino David Ozora (17) akhirnya menanggapi putusan hakim yang memvonis AGH 3 tahun 6 bulan penjara.

Pihak David ternyata menghormati vonis 3,5 tahun tersebut kepada terdakwa anak berinisial AG (15).

Sebelumnya AGH menghadiri sidang putusan perkara penganiayaan berat berencana yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (10/4/2023).

"Tadi yang disampaikan hakim yaitu 3 tahun 6 bulan. Kami menghargai keputusan dari Hakim tunggal ini meskipun berada di bawah tuntutan Jaksa. Tetapi kami mengapresiasi dan menghargai keputusan dari Hakim," kata kuasa hukum David, Mellisa Anggraeni, seusai sidang vonis.

Pihak keluarga David, jelas Mellisa, juga mengapresiasi vonis Hakim Sri Wahyuni Batubara.

"Tadi kita juga sempat komunikasi dengan pihak keluarga.

Mereka juga menyampaikan mengapresiasi apapun bentuk keputusan dadi pengadilan," ujar dia.

Baca juga: Anak Ini Tak Melakukan! Kuasa Hukum AGH Sebut Mario Dandy yang Perlu Divonis Berat, Kliennya Tidak

Baca juga: Terbukti Secara Sah Bersalah AGH Pacar Mario Dandy Divonis 3,5 Tahun Penjara di Kasus Aniaya David

ILUSTRASI AGH tak akan didatangkan dalam sidang kasus penganiayaan David Ozora pada Senin (10/4/2023). (Kolase TribunnewsMaker / TribunJakarta / twitter.com/tanyakanrl)

Menurutnya, Hakim telah membeberkan fakta-fakta persidangan termasuk soal isu pelecehan oleh David kepada AG.

"Kami merasa segala hal yang penting untuk dibuktikan sudah dibuktikan di pengadilan ini. Terkait dengan pelecehan, terkait dengan unsur kesengajaan, terkait dengan bagaimana anak korban dikelabui di dalam proses sebelum dilakukannya penganiayaan ini tadi juga disebutkan oleh Hakim," ungkap Mellisa.

AG bakal ditempatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

"Menjatuhkan pidana terhadap anak dengan pidana selama 3 tahun dan 6 bulan di LPKA. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani anak dikurangi seluruhnya dari yang telah dijatuhkan," kata Hakim Sri Wahyuni dalam putusannya.

Hakim Sri Wahyuni menyebut AG terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 355 KUHP tentang penganiayaan berat berencana.

"Menyatakan anak AG terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan penganiayaan berat dengan rencana terlebih dahulu sebagaimana dalam dakwaan pertama primair," ujar Hakim.

Vonis tiga tahun enam bulan penjara kepada terdakwa AG itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Adapun AG dituntut hukuman empat tahun penjara dan ditempatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

Pembelaan AGH Dalam Sidang Ditolak JPU,Pengacara David Singgung Kebenaran (tribunnews.com/tribunsumsel.com)

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan AG terbukti melanggar Pasal 355 KUHP tentang penganiayaan berat berencana.

"Jadi tuntutan dari JPU adalah menyatakan anak berkonflik dengan hukum itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pasal 355 ayat 1 KUHP, dengan kata lain tindak pidana penganiayaan berat dengan terencana lebih dahulu," kata Syarief seusai sidang tuntutan di PN Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2023).

Diketahui, peristiwa penganiayaan terhadap David terjadi di Komplek Green Permata, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (20/2/2023) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Dalam video yang viral di media sosial, tersangka Mario Dandy Satriyo menganiaya David secara brutal.

Mario memukul, menendang, dan menginjak kepala David hingga korban menderita luka serius dan sempat mengalami koma.

Mario mengawali aksi penganiayaan brutalnya dengan menyuruh David push up sebanyak 50 kali.

"Tersangka MDS menyuruh anak korban D push up 50 kali.

Karena korban tidak kuat, dan hanya sanggup 20 kali," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary saat jumpa pers, Jumat (24/2/2023).

Selanjutnya, Mario menyuruh David memeragakan sikap tobat atau berlutut dengan kedua tangan di belakang.

Saat itu, David menyampaikan tidak bisa memeragakan sikap tobat.

Mario pun meminta rekannya, Shane Lukas (19), untuk mencontohkan sikap tobat.

"Kemudian anak korban D juga tidak bisa, sehingga MDS menyuruh korban untuk mengambil posisi push up sambil tersangka S melakukan perekaman video dengan menggunakan HP milik tersangka MDS," ujar Kapolres.

Ketika David dalam posisi push up, Mario menendang, memukul hingga menginjak kepala korban.

Di sisi lain peran tersangka Shane Lukas adalah merekam aksi penganiayaan Mario.

Keluarga David mengungkap pesan pilu jelang sidang vonis AGH digelar. (Kolase Tribunnewsmaker.com)

Sedangkan pelaku AG memfasilitasi pertemuan antara Mario dan korban.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan, penyidik menemukan bukti bahwa penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Cs kepada David sudah direncanakan sejak awal.

"Kami melihat di sini bukti digital bahwa ini ada rencana sejak awal.

Pada saat menelepon SL kemudian ketemu SL, pada saat di mobil bertiga, ada mensrea atau niat di sana," ungkap Hengki saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (2/3/2023).

Salah satu bukti yang ditemukan adalah chat atau percakapan Whatsapp (WA).

"Setelah kami adakan pemeriksaan, kami libatkan digital forensik, kami temukan fakta baru dan bukti baru, ada chat WA," kata Hengki.

Selain itu, lanjut Hengki, polisi juga menemukan bukti lain seperti video di handphone (HP) dan rekaman CCTV.

Dengan bukti-bukti tersebut, polisi dapat melihat secara jelas peran dari masing-masing tersangka dan pelaku.

"Video yang ada di HP, CCTV di TKP sehingga kami bisa liat peranan masing-masing orang.

Kami komitmen semua yang salah harus dihukum, meskipun anak secara formil ini diatur di Undang-Undang peradilan anak," ungkap Hengki.

Mario dan Shane disangkakan Pasal 355 KUHP ayat 1 subsider Pasal 354 ayat 1 KUHP subsider Pasal 353 ayat 2 KUHP subsider Pasal 351 ayat 2 KUHP dan atau Pasal 76 C jo 80 Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak.

(TribunJakarta/ Annas Furqon Hakim)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Kubu David Ozora Puas AG Divonis 3,5 Tahun Penjara Meski Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa