TRIBUNNEWSMAKER.COM - Pedagang di Maluku Utara teriaki Bupati Kepulauan Sula, sebut masih nunggak utang.
Viral sosok pedagang di salah satu pasar di Maluk Utara marah-marah meneriaki Bupati.
Sudah tak bisa menahan amarah sang pedagang mengaku jika Bupati Kepulauan Sula menunggak utang selama 2 tahun lamanya.
Aksi pedagang marah-marah dan meneriaki Bupati Kepulauan Sula itu terjadi saat orang nomor satu di Kepulauan Sula tersebut melakukan kunjungan ke pasar Makdahi untuk memantau ketersediaan bahan pokok jelang lebaran.
Sontak aksi pedagang itu direkam oleh warga yang menyaksikan dan kini video tersebut viral dan beredar di media sosial.
"Bikin malu! Saat Bupati kunjungan kerja pengecekan harga bahan pokok menjelangh raya lebaran, mungkin karena lupa pernah ada hutang ke pedagang. Tiba-tiba ada pedagang teriak mengamuk di pasar tagih utang ke Bupati Sula Maluku Utara, Fifian Adeningaih Mus," isi narasi dalam keterangan unggahan Instagram @terang_media.
Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik tersebut, tampak seorang wanita berbaju biru berteriak histeris dan marah-marah.
Dihadapannya, terlihat pula dua wanita berbaju putih dan rok hitam hitam dimana salah satu wanita tersebut berusaha menenangkan pedagang dengan memeluknya.
Baca juga: VIRAL Emak-emak Mau Terobos Rombongan Wapres, Tugas di Dinkes, Miliki Riwayat Ketidakstabilan Emosi
Namun, bukannya tenang, pedagang tersebut malah semakin membabi buta dan terus melontarkan kekesalan dan kekecewaannya.
"Terlalu sakit ibu," ucap pedagang tersebut.
Tak hanya itu, dalam video tersbeut terlihat juga pedagang itu terus marah-marah sambil menaikkan sebelah kakinya ke atas meja.
"Dua tahun lebih, mana janji-janji mu itu," ucapnya.
"Janji manis, sampai kasi nomor hape. Dua bulan kemudian beta di blokir,"
"Sepatu mengkilat, uang tak ada. Kameja putih celana kain beta bisa beli di pasar," sambungnya.
Berdasarkan keterangan yang beredar, adapun penyebab pedagang itu marah-marah kepada Bupati Kepulauan Sula diduga lantaran Bupati Sula, Fifian Adeningsih Mus tidak kunjung membayar utangnya selama dua tahun lamanya.