Sang istri sampai lelah mengingatkan.
Ia akhirnya membiarkan sang suami melakukan apa pun yang ia suka di luar.
Beruntung, wanita itu memiliki ibu mertua yang pengertian.
Mertua begitu menyayangi menantunya.
Ketika melihat sang menantu menderita dan lelah, mertua pun mencoba menghiburnya.
Kini sang istri telah mengandung buah hati.
Itu anak pertama mereka, setelah tiga tahun nikah.
Ibu mertua sangat menjaga menantunya itu.
Ia juga mengawasi anaknya dan meminta agar berubah.
Namun tetap saja suaminya tidak peduli dengan istri yang sedang hamil.
Ia tetap berkencan dengan seorang gadis.
Suatu ketika, sang istri tahu suaminya kencan di kafe.
Ia mengadu pada ibu mertua.
Saat itu sang ibu langsung memanggil anaknya.
Ia memberikan beberapa tamparan di pipi.