Ia merasa bosan dan tertekan.
Karena itulah Lan kemudian bermain media sosial dan mencari teman untuk curhat.
Ia menghabiskan waktu dengan kenalannya itu untuk menghilangkan kesepian.
Hingga suami ketika, Boi pulang kerja dan memergoki istrinya sedang berbicara dengan pria asing di telepon.
Sontak saja Lan begitu panik saat melihat suaminya sudah pulang.
Ia secepatnya menutup telepon dan beralasan telepon dari temannya.
Sejak saat itu, Boi menjadi curiga terhadap istrinya.
Ketika Lan sedang mandi, ia memeriksa telepon sang istri dan menemukan fakta istrinya sering mengirim pesan dengan pria dengan kata-kata romantis.
Sontak saja Boi sangat cemburu dan marah.
Keduanya pun bertengkar hebat.
Ia kesal sang istri selama ini telah berselingkuh.
Padahal ia sudah capek-capek kerja dan memberikan banyak harta untuk istrinya itu.
Lan pun merasa bersalah.
Ia meminta maaf pada suaminya sembari menangis.
Ia juga berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Boi akhirnya luluh dan memaafkan sang istri.
Namun Lan ternyata tak benar-benar menyesali perbuatannya.
Suatu ketika saat Boi pulang kerja lebih awal, ia begitu syok melihat pria di rumahnya.
Lan pun panik melihat sang suami sudah pulang.
Ia mencoba menjelaskan kepada sang suami soal pria itu.
Namun Boi sudah terlanjur sakit hati.
Ia merasa dikhianati berkali-kali.
Boi langsung membawa istrinya ke pengadilan untuk proses perceraian.
Sesampainya di gedung, Lan begitu menyesal.
Ia sampai berlutut memeluk kaki suaminya sambil menangis.
Ia memohon pada sang suami agar memaafkan dan tidak menceraikannya.
Namun karena sang istri berkali-kali mengkhianatinya, Boi tetap kekeuh bercerai.
Ia bahkan meminta istrinya itu untuk mencari pria lain saja.
"Cari pria lain!," teriaknya keras.
Boi terus melangkah masuk ke gedung pengadilan untuk mengurus perceraian.
Keputusannya sudah bulat, ia tak mau disakiti lagi.
(TribunNewsmaker/ Listusista)