Berita Viral

PILU! Siswi di Tangerang Di-bully dan Dikeroyok 4 Gadis, Kerudung Korban Ditarik dan Rambut Dijambak

Editor: Eri Ariyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Siswi di Tangerang di-bully dan dikeroyok 4 orang gadis

Orangtua siswa korban bullying di Depok geram terhadap pelaku dan ingin menyeret persoalan itu ke jalur hukum.

Meski demikian, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok Siti Chaerijah berharap agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan kekeluargaan.

"Sudah di mediasi oleh pihak sekolah kedua  belah pihak," kata Siti saat dikonfirmasi, Selasa (15/8/2023).

"Tapi ortu (orangtua) dari anak yang jadi korban tetap membawa ke pihak yang berwajib," sambungnya.

Siti berharap aksi bullying tidak terjadi lagi usai kedua belah pihak berdamai secara kekeluargaan.

"Saya berharap kedua belah pihak bisa berdamai, dan tidak akan terjadi lagi hal hal yang tidak dikehendaki," ujarnya.

Baca juga: KAU BUSUK! Viral Video Siswi SMP di Kendari Dibully & Dihina Temannya Secara Sadis: Saya Jijik!

Baca juga: Ingin Jadi Anjing, YouTuber Ini Rogoh Rp228 Juta agar Terlihat seperti Hewan, Dibully: Impian Liarku

Sebelumnya diberitakan aksi perundungan atau bullying dua orang pelajar viral di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat dua orang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Kota Depok membully beberapa orang pelajara dari sekolah lainnya.

Para pembully itu terlihat menyambangi sekolah para korban dan menarik mereka ke dalam toilet.

Mereka kemudian membariskan para korban dan mengancam dengan kata-kata kasar. 

Tak hanya itu, pelaku sempat mendorong-dorong korban sambil melontarkan kalimat ancaman.

"Udah, hayu apa," ucap pelaku kepada korban menantang berantem sambil menarik tangannya.

"Saya orangnya enggak mau ribut," jawab korban yang nampak ketakutan.

Baca juga: PUTAR BALIK, Pengemudi di Tol Cikampek Dikenai Tarif Rp724 Ribu, Protes di Medsos, Dibully Netizen

ILUSTRASI bullying (Istimewa)

Naasnya, kasus perundungan tersebut juga divideokan oleh teman pelaku sambil menertawakan korban.

Dilihat dari lokasinya, aksi perundangan tersebut dilakukan di sebuah toilet sekolah.

Halaman
1234