"Peluang hidup orang dipersempit gara-gara itu," ujarnya.
Karena itu lanjut Ilham, masyarakat saat ini harus menyikapi peristiwa kelam 1965 dengan berani melihat masalah masa lalu dan menyelesaikannya dengan baik.
Tidak hanya itu masyarakat harus melakukan kajian ulang sejarah bangsa ini dengan jujur dab berani kemudian dituliskan di buku-buku sejarah agar generasi mendatang mewarisi sejarah yang benar.
"Barulah mereka berguna untuk melangkah ke masa depan," ujarnya .
Sebut Persekusi dan Stigmatisasi Eks PKI Masih Terjadi Hingga Saat Ini
Putra keempat Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit, Ilham Aidit menyebut hingga saat ini persekusi, diskriminasi bahkan kekerasan terhadap keturunan atau orang-orang yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan Partai Komunis Indonesia(PKI) masih saja terjadi di akar rumput.
Padahal kata Ilham sudah banyak aturan-aturan yang sifatnya diskriminatif terhadap PKI dicabut juga dokumen negara tertulis dan menjelaskan dengan terang benderang mengenai peristiwa G30S.
Ilham bahkan menceritakan pada tahun 2016 saat ada peluncuran sebuah buku di kawasan Cikini, Jakarta Pusat masih terjadi aksi persekusi, diskriminasi, dan kekerasan.
"Masih berkali-kali terjadi saat ada kegiatan di tahun 2016 kalau enggak salah ada kegiatan di TIM dibubarkan." ujar Ilham saat diwawancarai khusus oleh Tribun beberapa waktu lalu.
"Padahal pencabutan aturan perundangan sudah dilakukan ternyata di akar rumput masih terjadi," bebernya.
Ilham mengatakan setelah reformasi, ada angin segar bahwa kemudian persekusi, diskriminasi atau stigmatisasi terhadap keturunan PKI dan pengikutnya bakal berkurang.
Tetapi kemudian kata dia masih ada segelintir orang yang mencoba menggoreng lagi masalah tersebut.
Membicarakan soal komunisme, kudeta, dan sebagainya.
Ia pun menyebut nama eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang menurutnya tidak memiliki motif jelas mengungkit kembali isu-isu soal PKI.
"Seperti misalnya ada mantan pejabat maaf pak Gatot Nurmantyo masih dengan semangat membara menyebut komunisme di Indonesia masih ada, mereka bangkit, mereka bergerak dan sebagainya." kata Ilham.