TRIBUNNEWSMAKER.COM - Dalam insiden kecelakaan maut Kereta Api (KA) Probowangi vs minibus di Lumajang, Jawa Timur, keberadaan dan nasib seorang balita masih diselimuti misteri.
Bagaimana tidak, balita tersebut mendadak menghilang setelah insiden tabrakan KA Probowangi dengan minibus.
Sosok balita yang sebelumnya menumpangi minibus tersebut belum diketahui keberadaannya hingga kini.
Sementara itu, sebelas orang dinyatakan meninggal dunia dalam kecelakaan maut tersebut.
Diketahui, insiden kecelakaan maut tersebut terjadi pada Minggu, (19/11/2023).
KA Probowangi jurusan Banyuwangi-Surabaya mengalami kecelakaan di daerah Randuagung-Klakah, tepatnya di Jalur Perlintasan (JPL) 63, KM 139, Dusun Prayuana, Desa Ranu Pakis, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang.
Baca juga: KECELAKAAN MAUT, Seorang Pemotor Tewas Usai Terlindas Truk di Cileungsi Bogor, Korban Terluka Parah
Kereta tersebut diduga menabrak minibus sekira pukul 19:30 WIB hingga menyeretnya sejauh 50 meter.
Melansir Kompas, minibus jenis elf berwarna biru itu kondisinya ringsek dan berada di sisi utara rel kereta.
Tampak, kursi mobil ringsek, kaca pecah, dan ban serep terlepas dari mobil. Tampak juga beberapa korban tergeletak di samping rel.
Enam orang korban kecelakaan yang meninggal dunia di tempat langsung dievakuasi dari tempat kejadian perkara.
Tiga orang tampak dibawa menggunakan mobil patroli polisi.
Sedangkan, tiga lainnya dibawa menggunakan 3 mobil ambulans.
Baca juga: DETIK-DETIK Siswi di Blitar Tewas Tertabrak Kereta Api, Warga Sempat Lihat Korban Parkirkan Motor
Suyid, salah seorang warga sekitar mengatakan, elf melaju dari arah selatan dengan kecepatan tinggi.
Saat melintasi rel kereta, mobil langsung ditabrak kereta Probowongi yang tengah melaju dari arah timur.
"Mobilnya kencang, keretanya kencang juga, langsung ditabrak," kata Suyid.