Bahkan ANR hampir disetubuhi oleh pelaku.
Namun mahasiswi itu terus berupaya menyelamatkan diri.
ANR memanfaatkan flash ponsel yang masih menyala kemudian dilambaikan ke arah pintu.
Melihat hal tersebut, MK langsung menghentikan perbuatan bejatnya.
Kesempatan itu dimanfaatkan ANR untuk menuju lobi kantor.
Ia bergegas menghubungi dua rekan KKN-nya untuk menjemput di kantor desa.
Ia masih takut dengan peristiwa yang baru saja dialami.
Saat sedang menunggu rekannya, ia sempat dihampiri MK.
Seakan tanpa rasa bersalah, perangkat desa itu justru menggoda ANR.
Ia bahkan meminta ANR main ke pondoknya.
Saat itu ada dua rekan laki-laki ANR tiba di kantor desa.
Ketiganya bergegas meninggalkan kantor desa dan kembali ke posko.
ANR kemudian menceritakan kepada rekannya.
Ia pun memberanikan diri untuk lapor polisi beberapa hari setelahnya.
Perbekel Batukaang, I Made Paing belum bisa dikonfirmasi ihwal dugaan pelecehan yang melibatkan oknum perangkat desa itu.
Sedangkan Camat Kintamani, Ketut Erry Soena Putra mengaku belum mendapat laporan dari desa.
"Kami menunggu juga, kalau sudah ada laporan dari desa nanti kami koordinasi dengan Dinas PMD terkait statusnya," ucapnya.
Artikel diolah dari Grid.ID