Ari mengatakan, Presiden Jokowi dan Surya Paloh bertemu untuk bersilaturahmi. Pertemuan berlangsung tertutup.
Ia lantas membeberkan isi pertemuan keduanya kala itu, yakni membahas agenda-agenda kebangsaan.
Salah satunya adalah membicarakan tentang dinamika politik dan Pemilu.
"Silaturahmi membicarakan agenda agenda kebangsaan, menghadapi berbagai tantangan global, termasuk hal-hal yang terkait dinamika politik dan pemilu," katanya, Minggu.
Menurut Ari, Presiden Jokowi juga pernah menyampaikan, bahwa silaturahmi dengan tokoh bangsa dan tokoh politik tersebut sangat penting untuk kebaikan bangsa.
Tak hanya dari pihak Istana, Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya juga mengungkapkan isi pertemuan Presiden Jokowi dan Surya Paloh itu.
Willy mengatakan, pertemuan tersebut membahas situasi politik kebangsaan, termasuk dinamika setelah Pemilu 2024.
Baca juga: Update Hasil Quick Count 6 Lembaga Survei untuk Pilpres 2024, 2 Lembaga Sudah 100 Persen Data Masuk
"Jadi prosesnya tentu bagaimana dalam spirit tetap politik kenegaraan, politik kebangsaan, situasi-situasi yang lebih, ya semua mungkin dibahas," kata Willy kepada wartawan, Senin (19/2/2024).
"Secara detail mungkin nanti kita tunggu lah bagaimana Pak Surya dan menyampaikan itu ya," imbuhnya.
Lebih lanjut, Willy menyatakan, pertemuan keduanya dalam ranah pendidikan politik dan kultur yang tidak kekanak-kanakan.
"Sehingga, kita melihat tidak dalam kultur, tidak dalam langgam, yang (tidak) childish, yang (tidak) kekanak-kanakan gitu ya, tidak baperan (bawa perasaan)," ujar dia.
NasDem Bantah Surya Paloh yang Minta Bertemu Jokowi
NasDem membantah pernyataan pihak Istana soal inisiatif pertemuan, yakni Surya Paloh-lah yang meminta bertemu dengan Presiden Jokowi.
Dalam hal ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Hermawi Taslim menegaskan, kehadiran Surya Paloh itu atas undangan Presiden Jokowi.
Dijelaskan Hermawi, Surya Paloh memenuhi undangan makan malam Presiden Jokowi.
“Kehadiran Ketum NasDem Pak Surya Paloh di Istana Negara adalah memenuhi undangan makan malam Presiden Jokowi,” ujar Hermawi saat dikonfirmasi, Minggu (18/2/2024).
Kendati demikian, Hermawi enggan merinci materi pembicaraan keduanya di Istana tersebut.
Diolah dari berita tayang di Kompas.com