8 Tips Rumah Tangga Harmonis sesuai Ajaran Rasulullah, Dijamin Sakinah Mawadah Warohmah: Buktikan!

Penulis: Dika Pradana
Editor: Dika Pradana
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Rahasia Rumah Tangga Islami Yang Harmonis Dengan Sunnah Nabi

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah delapan tips rumah tangga harmonis sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, dijamin sakinah, mawadah, warohmah.

Bukanlah hal yang sulit untuk membangun bahtera rumah tangga harmonis seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, simak artikel ini hingga tuntas dan rumah tanggamu dijamin akan sakinah, mawaddah, warohmah.

Sakinah dimaknai tentram, sedangkan mawaddah bermakna kasih yang ditandai adanya rasa cinta yang diwujudkan mau saling memberi.

Sementara warohmah bermakna sayang yang berwujud mau saling menerima kekurangan masing-masing.

Sebagai seorang Muslim, hendaklah kita dapat mencontoh teladan kita yang tak lain adalah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Baca juga: Jadi Negara Paling Bahagia, Ini 7 Resep Hidup Gembira Ala Warga Finlandia, Indonesia Patut Mencontoh

Ilustrasi pasangan harmonis (NET)

 Melalui beliau kita bisa banyak belajar mengenai berbagai aspek kehidupan, salah satunya bahtera rumah tangga.

Rumah tanga Rasulullah bersama istri-istrinya selain dapat menjadi inspirasi menuju pernikahan yang harmonis, juga merupakan sunnah yang dapat membantu kita menggapai surganya Allah. 

Dirangkum TribunNewsmaker.com dari berbagai hadits dan sumber, berikut beberapa ajaran Rasulullah SAW dalam menjalankan rumah tangga yang harmonis:

Baca juga: 6 Ciri Rumah Pelaku Ilmu Hitam, Ada Kamar Rahasia untuk Menyusui Tuyul: Awas Jadi Tumbal Pesugihan!

suami istri tidur satu selimut (Freepik via Tribunnews)

1. Tidur satu selimut

Ajaran Rasulullah yang pertama adalah tidur bersama pasangan dalam satu selimut.

Selain dapat menghangatkan tubuh juga membuat hati lebih tentram.

Dikisahkan oleh Aisyah Radhiyallahu 'anha, ketika Rasul sedang berapa dalam satu selimut dengan Aisyah, tiba-tiba Aisyah bangkit.

Rasul kemudian bertanya, “Mengapa engkau bangkit?”

Aisyah menjawab "Karena aku sedang haidh wahai Rasulullah.
Kemudian Rasulullah berkata "Kalau begitu pergilah, lalu berkainlah dan dekatlah kembali denganku."
Aisyah pun masuk lalu berselimut bersama beliau," (HR Sa'id bin Manshur).

2. Makan dan minum bersama

Halaman
123