Wanita itu kemudian memutuskan untuk merekam video dari mejanya menggunakan perangkatnya.
Hal itu guna mengetahui siapa pun yang mendekatinya.
Usai melihat siapa yang mampir ke mejanya, korban terkejut saat mengetahui rekannya telah memasukkan racun ke dalam minuman tersebut.
Saat ditanya, secara blak-blakan, temannya menyatakan bahwa hal itu dilakukan karena tidak ingin dia mengambil cuti hamil.
Temannya itu, khawatir tidak mampu menanggung beban kerja yang bertambah sendirian.
Dia kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi, kemudian pihak berwenang segera menyelidikinya.
Insiden ini mendapat kritik luas di media sosial lokal.
Banyak warganet yang turut berkomentar dengan kejadian nakal pegawai itu.
“Meracuni seseorang hanya karena Anda tidak ingin mereka berlibur? Apakah dia terlalu banyak menonton drama polisi?
“Kami hanya berusaha mendapatkan hak kami, mengapa harus jahat?
“Bagaimana orang seperti itu bisa lulus ujian untuk bekerja di lembaga yang berhubungan dengan pemerintah? Tampaknya ujian hanya bisa menyingkirkan calon yang lemah secara akademis, tidak korup secara moral,” kata beberapa warganet.
(Tribunnewsmaker.com/MNL)