Pemudik Ditinggal Suaminya di Pelabuhan Bakauheni, Rita: Saya Kebingungan
Seorang pemudik mendadak panik saat dirinya tiba di Dermaga VI, Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Sabtu (6/4/2024).
Wanita bernama Rita (39) pemudik asal Karawang Jawa Barat ini kebingungan mencari-cari keberadaan suaminya.
Rita, mengaku tidak membawa HP dan ongkos untuk melanjutkan perjalanan tanpa suaminya.
Baca juga: Kisah Unik Pemudik Lebaran 2024, Ada yang Pulang Kampung Naik Bajaj, hingga Pakai Kostum Ultraman
Pemudik asal Karawang itu mengaku berangkat mudik Lebaran bersama sang suami dengan menggunakan motor hingga sampai di Bakauheni Lampung Selatan.
Keduanya berlayar dari pelabuhan Ciwandan menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung dengan menaiki KMP Panorama Nusantara, dan turun di Dermaga VI, Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.
Setelah kapal bersandar di dermaga VI Pelabuhan Bakauheni penumpang asal Karawang itu malah kebingungan karena tidak menemukan suaminya.
Sepeda motor yang tadinya terparkir di dek kapal pun juga sudah tidak ada.
Baca juga: Nasib Sopir Bus yang Tabrak Grand Max di Tol Cikampek, Sempat Ditahan Kini Sudah Dibolehkan Pulang
Rita menyebut dirinya sudah mencari-cari suaminya dan motor suaminya namun tidak juga menemukannya.
"Didalam kapal tadi saya sudah cari-cari suami tapi nggak ketemu. Kemudian saya cari di parkiran di dek kapal juga nggak ketemu," katanya.
"Saya kebingungan, karena sangking banyak nya kendaraan di dalam kapal," sambungnya.
Ia menyebut dirinya dan suami berangkat dari Pelabuhan Ciwandan hendak pulang ke daerah Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.
Baca juga: Nasib Sopir Bus Primajasa yang Terlibat Kecelakaan Tol Cikampek KM 58, Sudah Pulang ke Rumah
"Kami mudik dari Kerawang dan naik kapal dari Ciwandan mau pulang ke Ketapang Lampung Selatan," ucapnya.
Ia mengaku kebingungan untuk bisa pulang ke rumahnya.
Sebab, kata dia, dirinya tidak membawa uang dan handphone.
"Saya tidak ada uang untuk ongkos pulang, HP juga dibawa suami," ucapnya.
Pihak kepolisian kemudian menitipkan pemudik asal Karawang tersebut kepada kendaraan trevel untuk sampai ke Ketapang.
(TribunNewsmaker.com/ Wartakotalive/TribunLampung.com))