Shin menjelaskan, permintaan agar setiap tim mendapatkan respek dari AFC bukan ditujukkan untuk “menyerang” induk sepak bola Asia itu.
“Saya tidak memiliki niat untuk psywar ke AFC juga, termasuk memberikan tekanan kepada mereka,” tuturnya seperti dilansir Kompas.com.
“Saya ingin mereka berkembang, dan semua pemain dan juga level permainan di AFC berkembang, itu yang saya harapkan,” kata dia.
Waspadai Irak
Sementara itu, pelatih Irak, Radhi Shenaishil, menegaskan tidak akan menganggap remeh calon lawannya.
Dia menyebut timnas U23 Indonesia mempunyai kualitas bagus.
Walau demikian, Shenaishil tetap memupuk keyakinan Irak dapat mengalahkan timnas U23 Indonesia.
Pada laga semifinal, Irak kalah 0-2 dari Jepang.
“Anda tahu Indonesia adalah tim yang sulit dikalahkan. Indonesia termasuk empat tim teratas karena tampil bagus di fase grup,” kata Shenaishil, dikutip dari laman resmi AFC.
“Namun, kami berharap bisa bermain melawan timnas Indonesia dan memetik kemenangan,” lanjut pelatih Al-Zawraa itu.
Indonesia memang mesti berhati-hati dengan Irak.
Pasalnya Irak sudah berpengalaman melawan dua tim asal Asia Tenggara.
Sebelumnya, Ali Jasim dan kawan-kawan melawan Thailand pada penyisihan grup, dan memulangkan Vietnam pada perempat final.
Dari dua laga tersebut Irak memang tidak terlalu menyeramkan.
Hal itu berdasar dari kekalahan Irak dari Thailand pada laga perdana Grup C.