Kunci Jawaban

Jawaban Soal Apa Hubungan Antara Kompetensi Sosial & Emosional? Modul 2.2 Pendidikan Guru Penggerak

Editor: Dika Pradana
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kunci jawaban dari soal 'Apa hubungan antara kompetensi sosial dan emosional?' Modul 2.2 Pendidikan Guru Penggerak.

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah kunci jawaban dari soal 'Apa hubungan antara kompetensi sosial dan emosional?'

Soal 'Apa hubungan antara kompetensi sosial dan emosional?' dapat Anda temukan dalam Modul 2.2 Pendidikan Guru Penggerak.

Pertanyaan dalam Modul 2.2 Pendidikan Guru Penggerak ini ditujukan untuk Guru Penggerak di Indonesia.

Ketika disajikan soal dalam Modul 2.2 Pendidikan Guru Penggerak, Anda diminta untuk berpikir cermat.

Dengan begitu, Anda bisa mengerjakan soal tersebut dengan lancar.

Jika Anda merasa kesulitan saat mengerjakan pertanyaan dalam modul ini, artikel ini adalah jawabannya.

Baca juga: Sebutkan Tantangan yang Anda Hadapi dalam Pembelajaran di Kelas! Jawaban Modul 2.3 Guru Penggerak

Kunci jawaban dari soal 'Apa hubungan antara kompetensi sosial dan emosional?' Modul 2.2 Pendidikan Guru Penggerak. (Edit by TribunNewsmaker.com / Net)

Anda dapat menemukan jawaban terakurat dari soal tersebut dalam artikel ini.

Dengan begitu, Anda tak akan lagi kesulitan saat menyelesaikan soal tersebut.

Simak artikel ini hingga tuntas!

Baca juga: Kunci Jawaban Apakah Manfaat yang Didapat Pendidik dari Observasi Praktik Kinerja? Merdeka Mengajar

Program Guru Penggerak. (Kemendikbud)

Soal:

Dari kedua refleksi di atas, apa yang dapat Bapak/Ibu simpulkan tentang hubungan antara kompetensi sosial dan emosional dengan keberhasilan dalam pengelolaan krisis Anda dan pembelajaran murid Anda?

Jawaban:

Kompetensi sosial dan emosional sangat penting dalam pengelolaan krisis, baik bagi saya sebagai pendidik maupun bagi murid.

Karena dengan kemampuan pengelolaan yang efektif, murid dapat lebih mampu mengendalikan diri mereka, menghadapi tekanan, serta menerima dan merespons kegiatan pembelajaran dengan lebih baik.

Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas interaksi dan hubungan di kelas, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, di mana setiap murid merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar.

Baca juga: Jawaban IPA Kelas 10 Hal 134 Kurikulum Merdeka, Hukum Proust: Tembaga II Oksida CuO Sebanyak 1,375 g

Kunci jawaban dari soal 'Apa hubungan antara kompetensi sosial dan emosional?' Modul 2.2 Pendidikan Guru Penggerak. (Kemendikbud)

Pertanyaan Lain Seputar Modul 2.2

1. Selama menjadi pendidik, Anda tentu pernah mengalami sebuah peristiwa yang dirasakan sebagai sebuah kesulitan, kekecewaaan, kemunduran, atau kemalangan, yang akhirnya membantu Anda bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Apa kejadiannya, kapan, di mana, siapa yang terlibat, apa yang membuat Anda memilih merefleksikan peristiwa tersebut, dan bagaimana kejadiannya?

Pada suatu kejadian beberapa tahun yang lalu, saya mengalami situasi di mana masalah pribadi mempengaruhi kemampuan saya dalam mengajar dengan maksimal di kelas.

Saat itu, emosi saya tidak terkendali, dan saya menjadi sangat sensitif, sehingga hal-hal kecil yang biasanya bisa saya abaikan, justru memicu kemarahan saya.

Saya masih ingat dengan jelas, saat itu saya marah di hadapan murid-murid saya karena ada seorang murid yang tidak mengerjakan tugas.

Kunci jawaban dari soal 'Apa hubungan antara kompetensi sosial dan emosional?' Modul 2.2 Pendidikan Guru Penggerak. (Kemendikbud)

Tanpa mencari tahu lebih lanjut, saya langsung bereaksi dengan emosi yang tidak seharusnya.

Belakangan, saya mengetahui bahwa murid tersebut sebenarnya memiliki alasan yang dapat ditoleransi, tetapi karena keadaan emosional saya, saya tidak memberikan ruang bagi murid tersebut untuk menjelaskan.

Kejadian ini melibatkan saya dan murid-murid saya di kelas, dan merupakan salah satu momen yang membuat saya merenung dan merefleksikan peran saya sebagai pendidik.

Saya menyadari bahwa pada saat itu, saya tidak mampu mengendalikan emosi saya dengan baik, yang berdampak negatif tidak hanya pada saya sendiri, tetapi juga pada murid-murid saya.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih bijaksana dalam mengelola emosi dan selalu bersikap adil serta memahami kondisi murid-murid saya, sebelum bereaksi terhadap situasi tertentu.

Semoga artikel ini membantu!

Semoga beruntung!

(TribunNewsmaker/Tribunnews)