TRIBUNNEWSMAKER.COM - Inilah video elektabilitas bersaing dengan Anies Baswedan dan Ridwan Kamil, terjawab penyebab Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak dipilih Megawati Soekarnoputri di Pilkada Jakarta 2024 .
Meski elektabilitasnya bisa bersaing dengan Anies Baswedan dan Ridwan Kamil (RK), namun dua alasan ini dinilai jadi penyebab PDIP tak usung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada Jakarta 2024.
Seperti diketahui, kini PDIP memilih mengusung pasangan Pramono Anung-Rano Karno di Pilgub Jakarta.
Padahal nama Ahok sebelumnya digadang-gadang bakal diusung PDIP maju di Pilgub Jakarta mengingat elektabilitasnya selalu masuk tiga besar bersama Anies Baswedan dan Ridwan Kamil.
Terkini, Pengamat politik, Adi Prayitno, menilai ada dua alasan krusial Ahok gagal diusung oleh sang Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri menjadi cagub.
Menurut Adi, sosok Ahok tak terlepas dari dosa masa lalunya, yang berkaitan dengan sentimen agama pada peristiwa Pilkada Jakarta tahun 2017 lalu.
Baca juga: Kaesang Masih Berpeluang Maju di Pilkada 2024 Sebagai Wali Kota atau Bupati, Ini Tanggapan PDIP
"Kita tidak bisa menutup mata, seperti Ahok pada kasus dan peristiwa politik 2017 yang lalu soal kekalahan yang cukup tragis, ada sentimen agama dan entitas itu, sepertinya ini saya kira membuat kenapa at the of the day, memutuskan Pramono Anung sebagai salah satu kontestan," ujar Adi seperti dikutip dari The Prime Show di iNews yang tayang pada Rabu (28/8/2024).
Pada tahun 2017 silam, Ahok kala itu dinilai merendahkan surah Al-Ma'idah 51.
Kasus penistaan agama Ahok pada masa lalu justru akan menjadi serangan politik di Pilkada 2024.
'Dosa masa lalu' yang ingin dihindari oleh PDI-P.
Baca juga: Terjawab! Alasan Riza Patria Mundur di Pilkada Tangsel 2024, Tak Cocok Dipasangkan dengan Marshel?
"Kasus itu memang sudah selesai, tapi dalam politik jeroan-jeroan masa lalu akan dimunculkan lagi. Contohnya, Pramono Anung ketika maju sebagai (Calon) gubernur jakarta didaftarkan hari ini, tweet-tweet masa lalunya yang seksis kembali dimunculkan, Ridwan Kamil yan dulu kelihatan agresif nyerang jakarta dimunculkan lagi," ujarnya.
Alasan kedua, Adi melihat meski Ahok memiliki elektabilitas yang tinggi, tetapi pemilih Ahok tak bertambah alias mentok.
"Ada kecenderungan Ahok ini mentok tak ada ceruk pemilih-pemilih loyal Ahok. Ya karena memang apapun dalam banyak hal segmentasi pemilih Ahok ini terbatas," katanya.
PDI-P usung Pramono
PDI-P akhirnya mengusung Pramono Anung-Rano Karno sebagai bakal cagub dan calon wakil gubernur (cawagub) pada Pilkada Jakarta 2024.