Kurikulum Merdeka mendorong guru untuk lebih mengembangan kreativitas dan inovasi siswa, misalnya ada lebih banyak proyek-proyek berbasis masalah, diskusi, dan pengalaman langsung yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan solutif.
2. Penyesuaian terhadap Kebutuhan Individu
Dengan fleksibilitas yang lebih besar dalam kurikulum, guru dapat lebih mudah menyesuaikan pembelajaran mereka dengan kebutuhan individu siswa.
Artinya ada lebih banyak pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan terpusat pada siswa.
3. Pengintegrasian Teknologi
Kurikulum Merdeka mungkin menghasilkan integrasi teknologi yang lebih besar dalam pembelajaran.
Guru dapat memanfaatkan alat-alat digital untuk meningkatkan interaksi dan keterlibatan siswa, serta menyediakan akses ke sumber daya pendidikan yang lebih luas.
4. Kolaborasi dan Pengajaran Tim
Kurikulum ini mungkin mendorong lebih banyak kolaborasi antara siswa dan guru, serta antara siswa sendiri.
Guru mungkin melihat lebih banyak kegiatan kelompok, proyek tim, dan diskusi yang mendukung pembelajaran kolaboratif.
5. Pengembangan Keterampilan Hidup
Kurikulum Merdeka dapat memberikan penekanan yang lebih besar pada pengembangan keterampilan hidup, seperti kemampuan berpikir kritis, komunikasi efektif, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
Hal ini dapat tercermin dalam desain pembelajaran yang menekankan penerapan konsep-konsep ini dalam konteks dunia nyata.
6. Evaluasi yang Berbasis Portofolio dan Kinerja
Kurikulum Merdeka mungkin menyebabkan pergeseran dari evaluasi berbasis tes menuju evaluasi berbasis portofolio dan kinerja.
Guru dapat lebih sering menggunakan proyek-proyek dan tugas-tugas yang memungkinkan siswa untuk menunjukkan pemahaman mereka secara praktis.
Selesaikan soal tersebut secara mandiri terlebih dahulu!
Dengan begitu, Anda dapat mengukur kecerdasan yang Anda miliki!
Selamat mengerjakan!
Semoga beruntung!
(TribunNewsmaker.com/Tribunnews)