Namun, es dawet Bayat yang asli bisa dinikmati langsung dari daerah asalnya di Desa Bogem, Kecamatan Bayat, Klaten.
Salah satunya di tepi Jalan Pandanaran, Desa Paseban, Bayat, yang ramai dikunjungi pembeli.
Es dawet Bayat ini memiliki tiga bahan utama saat membuat dawet, yaitu cendol, juruh, dan santan.
Selain itu, ada juga sentra pembuatan dawet ini berada di Kecamatan Bayat, yang juga kerap mengadalah pelatihan.
Materi pelatihan emncangkup pembuatan dawet, bahan dan alat yang dibutuhkan, membuat cendol dan membuat juruh.
Baca juga: 4 Wisata Selain Umbul di Sekitar Bendungan Kendalsari Klaten, Nikmati Pemandangan Alam & Udara Sejuk
3. Es Dawet Onggok
Es dawet onggok juga menjadi salah satu pilihan es dawet di Klaten yang disukai oleh banyak orang.
Es dawet Onggok memiliki isian tape beras, dimana proses fermentasi dalam bungkus daun pisang.
Sehingga tape menghasilkan aroma dan cita rasa segar dan sedikit asam, sangat nikmat dinikmati dengan dawet.
Sejak 2015 penjual Es Dawet Onggok di Klaten terus bertambah, salah satunya di sekitar Jalan Wedi-Klaten.
Penjual Es Dawet Onggok juga banyak dijumpai di Cawas, Bayat, serta di beberapa ruas Jalan Jogja-Solo.
Para penjual Es Dawet Onggok biasanya mulai berjualan es dawet sejak pukul 09.00 pagi dan tutup di sore hari.
4. Es Dawet Pak Cipto
Warung Es Dawet Ngudi Roso yang didirikan dan dikelola oleh Parno Cipto.
Pak Cipto awalnya berjualan bubur kacang hijau dari kampung ke kampung, namun sejak 1990 mulai berjualan es dawet dengan berbekal resep dari mertuanya.