Profil Kepala Daerah

Sosok dan Harta Elisa Kambu Gubernur Papua Barat Daya yang Dilantik Prabowo, Tak Punya Mobil Pribadi

Editor: Candra Isriadhi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GUBERNUR ELISA KUMBU - Gubenur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Rabu (12/7/2023). Elisa Kambu merupakan pemenang Pilkada Papua Barat Daya 2024.

Selama kuliah, Elisa aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, termasuk sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara. 

Ia bahkan menjabat sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa FISIP, dan Ketua Senat Mahasiswa Uncen.

Aktivitasnya dalam organisasi membuatnya terlambat lulus, dan ia baru diwisuda pada tahun 1994.

Setelah lulus, Elisa memulai kariernya sebagai tenaga pendamping Program Sarjana Pendamping Purna Waktu (SP2W) dari Bappenas.

Ia ditempatkan di Kecamatan Mindiptanah, Kabupaten Merauke (sekarang Boven Digoel) selama hampir dua tahun.

Pada tahun 1996, ia mengikuti seleksi pegawai negeri dan diterima di Merauke.

PIDATO KEMENANGAN - Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu dan Ahmad Nausrau secara resmi menyampaikan pidato kemenangan mereka dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Paslon Terpilih yang digelar oleh KPU Papua Barat Daya di Hotel Vega Prime, Kamis (6/2/2025). (TRIBUNSORONG.COM/ISMAIL SALEH)

Elisa menjabat sebagai Kasubag Tata Usaha pada Bagian Umum Setda Merauke.

Tak lama, ia lalu diangkat menjadi Kepala Distrik Fayit, dan kemudian Kepala Distrik Agats selama enam tahun.

Kinerjanya yang baik membawanya menjadi Kepala Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) Asmat dan kemudian Sekretaris Daerah (Sekda) Asmat pada tahun 2010.

Pada tahun 2013, Elisa sempat terkena nonjob karena dinamika politik.

Namun, ini tidak menyurutkan semangatnya.

Ada tahun 2015, Elisa memutuskan untuk terjun ke dunia politik dan mencalonkan diri sebagai Bupati Asmat berpasangan dengan Thomas Eppe Safanpo. 

Mereka berhasil memenangkan Pilkada Asmat 2015 dengan meraih 53 persen suara.

Sebagai Bupati Asmat, Elisa fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan, dan pendidikan di wilayah yang terisolasi.

Pada Pilkada Asmat 2020, Elisa kembali mencalonkan diri dan terpilih untuk periode kedua, dengan dukungan dari sembilan partai politik, termasuk PDI Perjuangan, Gerindra, PKB, dan Golkar.

Halaman
1234