"Cuman, sebenarnya tetap kembali lagi kepada dirinya masing-masing. Karena, kadang - kadang ada yang punya niatan lain," kata Kuswanto.
Jadi, Gua Parat ini selain dikunjungi para wisatawan juga dikunjungi oleh para ziarah dari berbagai daerah.
"Kalau wisatawan kan biasanya eksplor keunikan - keunikan yang ada di dalam goa. Kalau para ziarah itu, kirim doa dan bertawasul di sana (di dalam Goa Parat). Mereka kebanyakan rombongan dari Sumedang, Subang dan Majalaya," ucapnya.
Mereka, kalau misalkan sudah ziarah ke syekh Abdul Muhyi yang ada di Pamijahan Tasikmalaya kemudian diarahkan kesini (Goa Parat).
"Ramainya orang berziarah yaitu pada bulan-bulan yang dianggap baik untuk umat Islam. Di antaranya, bulan Mulud, Muharram dan bulan Haji," ujar Kuswanto.
Mitos Soal Jodoh
Hal menarik dari Gua Parat adalah bagian dalamnya terdapat bebatuan atau stalaktit yang dinamai batu kelamin.
Batu kelamin ini disebut juga batu jodoh karena bentuk batunya menyerupai Mr P (kelamin laki-laki) dan Miss V (kelamin perempuan).
Batu kelamin laki-laki memiliki ukuran panjang dan besar yang menjulur dari atap gua ke bawah.
Sedangkan batu kelamin perempuan berbentuk panjang menjulur ke bawah dan di bagian bawahnya terdapat lubang.
Posisi kedua batu itu posisinya sejajar. Konon jika menyentuh satu dari batu tersebut akan dipermudah mendapat jodoh.
Salah seorang petugas TWA Pangandaran, Hadiat Kelsaba, menyebut bahwa menurut cerita, jika belum punya pasangan dan memegang batu kelamin lawan jenis, maka akan cepat mendapat pasangan.
Baca juga: Padahal Cuma Sejam dari Alun-alun Purwakarta, Hotel Seunik Ini Tinggal Kenangan, Ada TV hingga AC
"Kalau yang sudah mempunyai pasangan dan memegang kedua batu itu, katanya hubungan mereka akan langgeng," ujar Hadiat di TWA Pangandaran, Selasa (24/12/2024) siang.
Namun Hadiat menyarankan untuk tidak mempercayainya. Meski tidak dipungkiri banyak pengunjung yang datang memegang batu tersebut.
"Itu cuma sugesti kita dan tidak harus wajib mempercayainya. Kita hanya wajib percaya kepada Alloh SWT," katanya.